Merdeka Copper (MDKA) Gelontorkan Investasi Rp 4 Triliun

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelontorkan investasi senilai total US$ 261,5 juta atau sekitar Rp 4,05 triliun sepanjang semester I-2023. Jumlah ini, antara lain dipakai untuk Proyek Tembaga Tujuh Bukit sebesar US$ 24 juta, perbaikan jalan angkutan tambang US$ 77,5 juta, Proyek AIM US$ 117 juta, dan Proyek Emas Pani US$ 43 juta.

Manajemen Merdeka Copper Gold dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (1/10/2023) memaparkan, perseroan menginvestasikan US$ 24 juta di Proyek Tembaga Tujuh Bukit (TB) pada semester pertama tahun ini, terutama untuk pekerjaan kelayakan. Tujuannya memajukan proyek, termasuk pengeboran definisi sumber daya, pemodelan geologi, dan studi teknis.

Manajemen melaporkan perkembangan di Proyek Tembaga TB, MDKA telah menerbitkan hasil pra-feasibility study (PFS) pada 15 Mei 2023. Hal ini menunjukkan potensi proyek ini menjadi tambang bawah tanah yang signifikan secara global dan berumur panjang.

“Keyakinan telah tumbuh dalam mengembangkan aset ini dengan perekonomian yang kuat dan proyeksi produksi tembaga dan emas yang besar,” ujar manajemen MDKA.

Pekerjaan teknis yang sedang berlangsung di sana juga dinilai memiliki beberapa peluang optimalisasi yang berpotensi meningkatkan keekonomian proyek.

Sedangkan untuk Tambang Emas TB, selama kuartal II-2023, MDKA telah mengidentifikasi mineralisasi baru di dekat operasi yang ada, mencatat perluasan di Pit A dan Pit C. Terhitung, tiga rig pengeboran berlian dan satu rig RC telah menyelesaikan delapan lubang berlian dan 44 lubang RC sepanjang ~12,478 meter.

Pengeboran RC dan intan seluas ~15.000 meter direncanakan untuk melanjutkan pengujian sepanjang pengisian sumber daya saat ini pada semester II-2023.

Program pengeboran RC sepanjang 10.000 meter selanjutnya direncanakan untuk menargetkan mineralisasi tembaga yang terletak relatif datar di bawah Pit A dan Pit C, tetapi di atas mineralisasi Proyek Tembaga TB. Hal ini berpotensi meningkatkan operasi Proyek Tembaga TB dengan menyediakan tambahan bijih tembaga pada tahap peningkatan.

Selanjutnya, perusahaan juga menanamkan modal sekitar US$ 77,5 juta pada akhir semester I-2023 untuk meningkatkan jalan angkut, yang menghubungkan tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

“Peningkatan jalan angkut telah selesai pada Agustus 2023, sehingga pengangkutan bijih saprolit dapat dimulai pada pertengahan Agustus 2023,” ungkap manajemen MDKA.

Selanjutnya sepanjang Januari-Juni 2023, MDKA telah menggelontorkan dana US$ 117 juta pada Proyek Acid, Iron, Metal (AIM), akibat adanya penambahan kebutuhan modal US$ 58 juta selama kuartal II-2023.

“Proyek AIM berada di jalur yang tepat untuk memproduksi asam pertama pada kuartal keempat tahun 2023,” tutur manajemen MDKA optimistis.

Tambang Emas

Terakhir, Merdeka Copper sebagai induk usaha, menginvestasikan dana US$ 43 juta untuk feasibility study (FS) Proyek Emas Pani, serta aktivitas pengembangan proyek yang signifikan termasuk pengeboran definisi sumber daya. Manajemen mengklaim, optimalisasi FS sedang berlangsung dengan hasil positif yang akan diumumkan pada kuartal 2023.

Dalam laporan tertulisnya, setelah perkiraan sumber daya mineral gabungan pertama yang diumumkan pada kuartal I-2023, pengeboran lebih lanjut untuk Proyek Emas Pani difokuskan pada peningkatan tingkat kepercayaan MRE. Ini dilakukan dengan mengisi area yang diklasifikasikan sebagai tereka, sambil terus menguji luasan sistem.

Setelah menerima hasil pengeboran itu, sumber daya mineral baru dilepaskan pada 25 Mei 2023, yang semakin meningkatkan MRE dan tingkat kepercayaan. Hal ini terdiri dari penimbunan area tereka dan pengujian sistem yang diperluas, yang berpuncak pada peningkatan MRE menjadi 275,8 juta ton pada 0,75 g/t Au, mewakili 6,6 juta ons emas.

“Pengeboran infill saja mengkonversi lebih dari 1 juta ons dari sumber daya tereka menjadi sumber daya terindikasi, sehingga meningkatkan total sumber daya terindikasi menjadi 5,5 juta ons,” tulis Investor Relations MDKA.

Pada akhir Juni 2023, sepuluh rig dikonsentrasikan pada definisi sumber daya, dengan dua rig tambahan untuk pengeboran sterilisasi infrastruktur. Pekerjaan di kurun waktu tersebut mencakup 151 lubang bor (termasuk 18 lubang sterilisasi) dan sekitar 20.434 meter pengeboran berlian.

Pengeboran sekitar 46.000 meter pun telah diselesaikan pada semester pertama tahun ini dari total program 2023 sebesar 70.000 meter.

“FS sedang mengkaji dua metode pemrosesan, termasuk jalur cepat menuju produksi, melalui operasi starter pemulihan pelindian tumpukan emas oksida dengan belanja modal rendah yang dimulai sebelum akhir 2025,” tulis manajemen MDKA menjelaskan penggunaan investasi untuk Proyek Emas Pani.

Optimalisasi FS sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan pada kuartal IV-2023.

Riset JP Morgan

Sementara itu dalam riset JP Morgan yang dikutip Sabtu (30/9/2023), Merdeka Copper berinvestasi US$ 166 juta di beberapa proyek pertambangan pada kuartal II-2023. Pada periode itu, perseroan rugi US$ 52 juta. Perusahaan tambang tersebut berinvestasi di proyek hauling road PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar US$ 67 juta, lalu di proyek acid iron metal (AIM) US$ 58 juta, proyek Pani Gold US$ 11 juta, dan TB Copper US$ 11 juta.

JP Morgan mencatat, investasi itu dikucurkan pada kuartal II-2023 saat perseroan menderita kerugian. Pada periode itu, Merdeka Copper membukukan rugi bersih US$ 52 juta dibandingkan periode sama tahun lalu yang untung US$ 27 juta.

Ada beberapa penyebab kerugian Merdeka Copper. Pertama, turunnya harga nickel pig iron (NPI), produk turunan nikel yang diproduksi MBMA. Kedua, kenaikan biaya kas, sehingga margin laba kotor tersisa 4,8%.

Secara operasional, JP Morgan mencatat, penjualan tembaga emiten berkode saham MDKA tersebut turun, seiring terpangkasnya produksi. Sedangkan penjualan emas tertunda, yang mengindikasikan hal ini didorong pada kuartal III-2023.

Menurut JP Morgan, harga NPI turun karena permintaan dari industri baja nirkarat (stainless steel/SS) dari China turun. NPI adalah bahan baku SS, sedangkan China adalah produsen SS terbesar di dunia. Semester I-2023, harga NPI mencapai 64% dari harga nikel di LME, turun dari periode sama tahun lalu 77%.

Di sisi lain, tingginya utang dan bunga juga menekan profitabilitas MDKA. Ini sudah diantisipasi JP Morgan. “Kami memandang netral saham MDKA dengan target harga Rp 2.800, karena profitabilitas bisnis nikel perseroan diprediksi terus melemah. Sedangkan membengkaknya beban bunga serta tertundanya proyek AIM bakal menekan bottom line,” tulis JP Morgan. (ac)

 

Sumber : www.investor.id, 02 Oktober 2023