Adaro (ADRO) Ungkap Potensi Dividen Rp 41 T, Analisis Teknikal Sahamnya Begini

PT ADARO Energy Indonesia Tbk (ADRO) telah merilis koreksi pemanggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 18 November 2024 mendatang.

Saham Adaro Energy Indonesia (ADRO) sendiri pada perdagangan 4 November 2024 kemarin melompat 3,69% ke Rp 3.930. Sebanyak

Mandiri Sekuritas dalam analisis teknikal untuk perdagangan 5 November 2024 merekomendasikan beli saham ADRO untuk day trade dengan target harga Rp 4.000. Stop loss jika sentuh Rp 3.910.

Mandiri Sekuritas memberikan keterangan dalam rekomendasinya terkait saham Adaro, yakni breakout intermediate.

Adapun sebagaimana disebutkan pada pemanggilan RUPSLB sebelumnya, mata acara RUPSLB ADRO pada 18 November 2024 ada dua. Pertama, persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Kedua, perubahan nama perseroan.

Dalam koreksi pemanggilan RUPLSB yang disampaikan pada 4 November 2024, dijelaskan secara lebih rinci mengenai kedua mata acara rapat tersebut.

Untuk mata acara pertama, direksi Adaro Energy (ADRO) menyebutkan besaran maksimal dividen final tambahan.

Potensi Dividen

Direksi Adaro menyebutkan, perseroan bermaksud untuk mengusulkan kepada para pemegang saham perseroan untuk menyetujui penggunaan sebagian dari saldo laba perseroan per tanggal 31 Desember 2023 yang akan dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final dalam jumlah sebesar-besarnya sampai dengan US$ 2,629 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun (dengan asumsi kurs Jisdor per 4 November Rp 15.751/USD).

Sebagaimana diketahui, Adaro Energy merencanakan pembagian tambahan dividen tunai final agar para pemegang saham perseroan, atas pilihannya sendiri, dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).

Sebagai informasi berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023, Adaro membukukan saldo laba belum dicadangkan sebesar US$ 5,15 miliar. Sedangkan kas dan setara kas, per 30 September 2024, sejumlah US$ 3,2 miliar.

Sementara itu, jika diasumsikan total tambahan dividen final Rp 41,4 triliun (berdasarkan kurs Jisdor per 4 November 2024) dan jumlah saham beredar Adaro sebanyak 30.758.665.900 saham, maka besaran dividen per sahamnya sekitar Rp 1.346/saham.

Selain itu, untuk mata acara kedua, Adaro Energy Indonesia (ADRO) akan meminta persetujuan untuk mengganti nama perseroan.

Dalam koreksi pemanggilan RUPSLB, direksi ADRO menjelaskan, rencana perubahan nama perseroan merupakan salah satu langkah perseroan memperkenalkan identitas baru perseroan sebagai entitas induk yang akan lebih berfokus pada bisnis hijau dan pengembangan proyek-proyek ramah lingkungan dengan pilar bisnis Adaro Minerals dan Adaro Green, setelah terjadinya pemisahan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya, melalui pelaksanaan PUPS.

“Persetujuan untuk melakukan perubahan nama perseroan dan dengan demikian mengubah pasal 1 ayat (1) anggaran dasar perseroan,” sebut direksi Adaro. Editor: Theresa Sandra Desfika

Sumber: investor.id, 5 November 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top