ADRO Akhirnya Ungkap soal IPO Adaro Andalan

PT ADARO Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengungkap perubahan dan/atau tambahan atas keterbukaan informasi terkait transaksi material berupa penjualan sebanyak-banyaknya seluruh saham pada PT Adaro Andalan Indonesia (AAI).

AAI adalah perusahaan batu bara termal Grup Adaro. Saat ini Adaro (ADRO) menguasai 7.008.202.240 (99,99%) saham AAI.

Direksi Adaro Energy menjelaskan, perseroan berencana melakukan transaksi penjualan atas sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada AAI (dahulu bernama PT Alam Tri Abadi), sejumlah 7.008.202.240 saham melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).

“Pada tanggal keterbukaan informasi ini, AAI merupakan suatu perseroan terbatas yang 99,9999% sahamnya dimiliki secara langsung oleh perseroan,” papar direksi Adaro (ADRO).

Direksi Adaro menyatakan, PUPS akan dilaksanakan secara bersamaan atau berkesinambungan dengan proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham AAI.

Di mana segera setelah IPO saham AAI tersebut, kepemilikan saham Adaro Energy (ADRO) pada AAI diperkirakan akan terdilusi menjadi sebesar 90% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor AAI.

RUPSLB

Direksi Adaro Energy Indonesia (ADRO) mengungkapkan bahwa harga penawaran PUPS adalah sebesar volume weighted average price (harga rata-rata tertimbang) yang terbentuk setelah penutupan perdagangan di hari pencatatan saham AAI di bursa, dengan ketentuan bahwa harga penawaran final:

– Serendah-rendahnya akan menggunakan harga pasar wajar saham AAI berdasarkan hasil penilaian dari penilai independen; dan

– Setinggi-tingginya sebesar 107,5% dari hasil penilaian dari penilai independen, sesuai dengan batasan kewajaran yang diatur POJK 35/2020.

Sehingga, lanjut direksi Adaro (ADRO), nilai rencana transaksi secara keseluruhan serendah-rendahnya adalah sebesar US$ 2,44 miliar atau setara dengan 31,8% dari total ekuitas perseroan dan setinggi-tingginya adalah sebesar US$ 2,62 miliar yang setara dengan 34,1% dari total ekuitas perseroan, dengan asumsi setiap pemegang saham perseroan melakukan pemesanan saham yang ditawarkan dalam PUPS sesuai dengan rasio pemesanan.

Adaro akan meminta persetujuan atas rencana transaksi tersebut dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Jumat, 18 Oktober 2024 besok. Editor: Theresa Sandra Desfika

Sumber: investor.id, 17 Oktober 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top