ADRO Tak Terbendung, UNTR & PTBA Naik, Ada Apa?

Saham sejumlah emiten batu bara sedang dalam tren positif dalam kurun waktu belakangan ini.

Salah satunya adalah saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Pada perdagangan Jumat, 2 Agustus pekan lalu saham ini diparkir +2,20% ke Rp 3.320.

Pada intraday perdagangan 2 Agustus pun saham Adaro sempat menyentuh Rp 3.370 yang merupakan level tertingginya dalam satu tahun terakhir.

Dalam satu bulan terakhir ADRO naik 16,90%, dalam tiga bulan terakhir +21,61%, dan dalam periode year to date (ytd) melejit 33,33%,

Hingga berita ini ditulis, Adaro (ADRO) belum menyampaikan laporan keuangan (lapkeu) untuk periode 30 Juni 2024. Lapkeu Adaro semester I-2024 akan ditelaah secara terbatas.

Selain itu saham terkait batu bara lainnya, yakni saham PT United Tractors Tbk (UNTR) diparkir di Rp 25.650 atau +0,39% pada 2 Agustus 2024. Dalam satu pekan terakhir UNTR naik 3,43% dan dalam satu bulan terakhir meningkat 7,77%.

Sedangkan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) +1,87% ke Rp 2.720 pada perdagangan 2 Agustus. Dalam satu bulan terakhir saham emiten BUMN sektor batu bara ini meningkat 7,09%.

Harga Batu Bara

Sementara itu harga batu bara diprediksi melanjutkan tren bullish pada pekan ini. Hal itu karena banjir sentimen positif, mulai dari permintaan di negara China dan India, pasar gas alam yang menguat, hingga konflik di Timur Tengah.

Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, permintaan batu bara dari China dan India diperkirakan masih akan besar. Bahkan, data menyebutkan, impor batu bara China sepanjang paruh pertama 2024 meningkat sebesar 11% secara tahunan. Sementara di India terjadi peningkatan konsumsi batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

“Hal itu dipicu oleh melonjaknya konsumsi listrik untuk pendingin ruangan akibat terjadinya gelombang panas di India,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, lanjut Yoga, harga batu bara juga akan dipengaruhi oleh sentimen pasar gas alam yang juga diprediksi menguat pada pekan ini. Hal ini mengingat stok gas alam di AS, kondisi cuaca di negara konsumen utama seperti AS dan Eropa. Terakhir, terkait situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Harga batu bara diperkirakan bergerak pada resistance di kisaran harga US$ 145-48 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, harga berpotensi turun menemui support di kisaran harga US$ 140-137 per ton,” ucap Yoga.

Yoga mengatakan, pada pekan lalu, harga batu bara bergerak menguat sebesar 1,12% untuk pekan yang berakhir 2 Agustus. Sepanjang Juli, harga batu bara bergerak bullish dengan penguatan sebesar 6,06%. “Jika dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara mencatatkan penguatan sebesar 7,41%,” tutup Yoga.

 

Sum,ber : Investor.id, 05 Agustus 2024

 

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top