PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan keterbukaan informasi terbaru terkait laporan keuangan (lapkeu) untuk kuartal II-2026 atau semester I-2026.
Sekretaris Perusahaan ADRO Maharani Cindy Opssedha menjelaskan, merujuk kepada Peraturan Bursa No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, dengan ini disampaikan Alamtri Resources Indonesia akan melakukan penyampaian laporan keuangan kuartal II untuk tahun buku 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik.
Adapun sepanjang kuartal I-2026, ADRO membukukan pendapatan usaha US$ 470,9 juta. Meningkat dari US$ 381,61 juta di kuartal I-2025.
Selain itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk ADRO US$ 128,13 juta di tiga bulan pertama tahun ini. Menguat dari US$ 76,69 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Saham ADRO sendiri menguat 2,51% ke Rp 2.450 pada Senin (13/7/2026) setelah melejit 4,37% pada Jumat (10/7/2026).
CGS International Sekuritas merekomendasikan ADRO spec buy untuk Selasa (14/7/2026) dengan support 2.400 dan cutloss jika break di bawah 2.350.
“Jika tidak break di bawah 2.400 potensi naik ke 2.500-2.550 short term,” beber CGS International Sekuritas.
Dalam ringkasan berita dari CGS International Sekuritas disebutkan bahwa PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menjabarkan target produksi aluminium dan batu bara metalurgi perseroan untuk tahun 2026.
ADRO melalui PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) menargetkan penjualan aluminium ingot hingga 350.000 ton untuk memenuhi pasar domestik dan kebutuhan ekspor.
Sementara itu, untuk batu bara metalurgi, Grup ADRO tidak memerinci target produksi tersebut. Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk membatasi volume produksi batu bara di Indonesia, rencana produksi batu bara metalurgi Grup ADRO juga mengalami penyesuaian.
Sementara, smelter aluminium KAI di Kalimantan Utara ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 500.000 ton per tahun. KAI telah memulai pengujian dan komisioning sebagian smelternya pada kuartal IV-2025, dan tetap berfokus pada peningkatan operasional pot secara strategis untuk mencapai kapasitas produksi penuh pada akhir 2026. Editor: Theresa Sandra Desfika
