Ahli Tambang Ingatkan Freeport Utamakan Mitigasi Risiko saat Pulihkan Grasberg

Pemulihan produksi tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai perlu dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan mitigasi risiko dan rekayasa teknis, mengingat aktivitas penambangan bawah tanah memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.

Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan, Freeport saat ini berada dalam fase pemulihan produksi untuk kembali mencapai kapasitas puncak sekitar 200.000 ton bijih per hari.

Menurutnya, upaya mengejar pemulihan produksi tersebut tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan dan kestabilan tambang, khususnya karena Grasberg Block Caving merupakan tambang bawah tanah yang menggunakan metode block caving.

“Usaha ini harus dilakukan secara hati-hati mengingat risiko tambang bawah tanah akan lebih riskan kalau dikerjakan hanya untuk mengejar produksi maksimal. Mitigasi risiko dan rekayasa engineering harus diutamakan untuk menghindari kejadian serupa terulang,” kata Rizal kepada Bisnis, Senin (5/10/2026).

Rizal menjelaskan, tingkat risiko menjadi lebih tinggi karena aktivitas penambangan bawah tanah Grasberg Block Caving berada di bawah bekas tambang terbuka (open pit) Grasberg.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian terutama dari sisi rekayasa air tanah dan hidrologi. Bekas bukaan open pit Grasberg memiliki potensi menampung air yang dapat memengaruhi kondisi tambang bawah tanah di bawahnya.

Oleh karena itu, Rizal menilai Freeport perlu memperkuat rekayasa penanganan hidrologi dan hidrogeologi pada area bekas open pit Grasberg. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah masuknya air dan material basah ke area tambang bawah tanah yang berpotensi memicu kejadian wet-mud atau longsoran lumpur seperti yang terjadi sebelumnya.

Selain aspek hidrologi, penguatan infrastruktur tambang bawah tanah juga perlu dipastikan berjalan optimal.

“Penguatan tunnel, draw points, dan drainasenya harus dipastikan berfungsi dengan baik, terutama untuk mengalirkan air keluar area ambrukan [block caving],” katanya. Editor : Denis Riantiza Meilanova

Sumber:

– 05/10/2026

Temukan Informasi Terkini

PTBA Ajukan Rencana Produksi 2027, Izin Pakai Kontraktor Afiliasi

baca selengkapnya

Pengolahan Bijih Freeport Capai 67%, Tambang GBC Rutin Pasok

baca selengkapnya

Bursa Mineral Segera Beroperasi, OJK Siapkan Aturan Turunan BMKS

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top