Alamtri (ADRO) Mulai Buyback Saham Hari Ini (20/10), Siapkan Dana Jumbo

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menegaskan kembali rencana pembelian kembali saham atau buyback yang dijadwalkan mulai hari ini, Selasa (20/10/2026), dengan alokasi dana maksimal Rp5 triliun.

Corporate Secretary Alamtri Resources Indonesia Maharani Cindy Opssedha mengatakan pelaksanaan buyback mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang. Aksi korporasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap upaya menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

“Manajemen AlamTri menyampaikan perseroan memiliki kesiapan yang solid untuk melaksanakan buyback,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (20/10/2026).

Rencana buyback tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

RUPST juga memberikan kewenangan kepada direksi untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan buyback, termasuk memberikan kuasa kepada pihak yang ditunjuk.

Maharani menegaskan bahwa pelaksanaan buyback didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut diyakini tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kebutuhan investasi, maupun kegiatan operasional perseroan, termasuk pelaksanaan rencana bisnis yang telah ditetapkan.

Adapun dalam program buyback sebelumnya, ADRO telah membeli kembali sebanyak 33 juta saham pada periode 16 Mei hingga 2 Juni 2025. Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 2 Juni 2025, perseroan kembali menjalankan program buyback selama 12 bulan sejak 3 Juni 2025.

Hingga 28 Februari 2026, jumlah saham yang dibeli kembali dalam program tersebut mencapai 556,19 juta saham. Dengan memperhitungkan pembelian sebelumnya, total saham hasil buyback yang tercatat dalam daftar pemegang saham per tanggal tersebut mencapai 589,19 juta saham atau sekitar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Dwi Nicken Tari

Sumber:

– 20/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Bahlil Sebut RKAB Jadi Senjata RI Kendalikan Harga Batu Bara Dunia

baca selengkapnya

Harga Emas Antam Berpeluang Naik ke Rp 2,8 Juta per Gram, Cermati Rekomendasi Analis

baca selengkapnya

Ekspansi Bisnis Mineral, Indo Tambangraya Bentuk ITM Mineral Investama

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top