PT Adaro Resources Indonesia Tbk (ADRO) memperkirakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2026 berada pada kisaran US$ 220 juta hingga US$ 240 juta. Jumlah tersebut setara dengan Rp 3,7 triliun – Rp 4 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.893 per dolar Amerika Serikat (AS).
“Untuk tahun ini, capex diperkirakan berada pada kisaran US$ 220 juta hingga US$ 240 juta, termasuk kontribusi ekuitas dari perusahaan,” ungkap Corporate Communication Department Head ADRO Karina Novianti kepada Kontan, Rabu (11/03/2026).
Capex ini juga akan menjadi modal emiten tambang afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir itu untuk menyempurnakan proyek smelter aluminium yang digerakkan melalui anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).
Smelter yang berada di Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut telah mulai melakukan pengujian awal (testing) dan proses commissioning sebagian pada fasilitas smelter aluminium sejak akhir 2025.
“Selanjutnya, perusahaan akan secara bertahap meningkatkan operasi pot (sel elektrolisis aluminium) secara strategis hingga mencapai kapasitas produksi penuh pada tahun 2026,” tambahnya.
Untuk diketahui, pada tahap pertama, smelter ini akan memiliki kapasitas produksi 500.000 ton aluminium per tahun. Namun, produksi akan dilakukan secara bertahap (ramp up). Dan tingkat optimal produksi dari smelter ini ditargetkan akan terjadi pada September atau Oktober 2026.
Di sisi lain, ADMR juga sudah menjajaki kontrak jual beli aluminium yang dihasilkan oleh smelter, baik dari pihak luar negeri maupun perusahaan di dalam negeri.
“Kami sedang menjajaki kerja sama baik dengan pembeli dalam negeri maupun internasional,” ungkapnya.
Sebagai tambahan, dengan kebutuhan aluminium dalam negeri yang diperkirakan mencapai 1 juta ton per tahun, serta sebagian besar masih dipenuhi melalui impor.
Karina bilang, produksi dari smelter aluminium PT KAI diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan tersebut.
“Mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, berkontribusi atas program hilirisasi pemerintah, serta menciptakan nilai tambah untuk alumina,” jelasnya.
