Aneka Tambang (ANTM) Diganjar Peringkat idAA dengan Prospek Stabil

PT PEMERINGKAT Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA dengan prospek stabil untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

“Peringkat tersebut mencerminkan kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari induk perusahaan, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID), cadangan dan sumber daya yang berlimpah, leverage keuangan yang sangat konservatif, dan operasi bisnis pertambangan yang terintegrasi secara vertikal,” tulis Pefindo dalam keterangan resmi dikutip, Selasa, 12 November 2024.

Peringkat tersebut dibatasi oleh eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca buruk, serta dinamika peraturan pemerintah dan kondisi makroekonomi.

“Kami dapat menaikkan peringkat perusahaan jika ANTM dapat menghasilkan pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi dari perkiraan dalam jangka waktu dekat hingga menengah dengan meningkatkan kapasitas smelternya secara signifikan, integrasi bisnis yang lebih lanjut, serta memonetisasi investasinya pada ekosistem baterai listrik dengan tetap mempertahankan kinerja keuangan yang konservatif secara konsisten.”

Namun, peringkat dapat diturunkan jika ANTM secara agresif membiayai ekspansinya dengan utang yang jauh lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa diimbangi dengan kinerja bisnis yang lebih kuat.

Peringkat juga akan berada di bawah tekanan jika ada tanda-tanda berkurangnya dukungan dari induk perusahaan terhadap kelangsungan operasional ANTM, terutama pada saat terjadi kesulitan keuangan. “Kami juga dapat meninjau kembali peringkat ANTM jika terdapat perkembangan yang signifikan dari kasus litigasi terkait penyerahan emas batangan yang dalam pandangan kami dapat mempengaruhi profil kredit perusahaan.”

ANTM telah memenangkan perkara tersebut di pengadilan tinggi dan mengalokasikan pencadangan sebesar Rp1,2 triliun pada tahun 2023. Didirikan pada Juli 1968, ANTM adalah perusahaan pertambangan yang memproduksi bijih nikel, feronikel, emas, bauksit, dan alumina.

Per 31 Desember 2023, saham Seri B ANTM dimiliki oleh MIND ID (65%), direksi (kurang dari 0,1%), dan publik (35%). Pemerintah Indonesia memegang satu lembar saham Dwiwarna Seri A. Editor: Achmad Aris

Sumber: mediaasuransinews.co.id, 12 November 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top