Antam (ANTM) Beberkan Fakta terkait Laporan Keuangan

PT Antam Tbk (ANTM) mengungkap keterbukaan informasi terkait rencana penyampaian laporan keuangan semester I-2026.

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto mengungkapkan, mengacu pada Australian Securities Exchange (ASX) listing rules, Antam sebagai perusahaan yang mencatatkan sahamnya di ASX memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan keuangan konsolidasian Interim untuk tanggal dan periode enam bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2026 yang dilakukan penelaahan terbatas (limited review) oleh auditor eksternal.

Bahwa berkenaan dengan kewajiban tersebut dan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik serta Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep -00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025 perihal Peraturan Nomor I -E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Antam akan menyampaikan laporan keuangan interim yang dilakukan limited review sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Rencana penelaahan terbatas laporan keuangan konsolidasian interim Antam untuk tanggal dan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026,” sebut Wisnu dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (28/7/2026).

Sebelumnya, PT Antam Tbk (ANTM) membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 3,4 triliun sepanjang kuartal I-2026. Angka laba bersih itu melonjak 60% dari Rp 2,13 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Dalam laporan keuangan Antam (ANTM) untuk periode 3 bulan yang berakhir 31 Maret 2026 terungkap bahwa laba per saham dasar juga meningkat ke posisi Rp 141,77, dari sebelumnya Rp 88,69 per saham.

Lonjakan laba bersih Antam (ANTM) ditopang oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sekitar 12% menjadi Rp 29,32 triliun. Posisi di tiga bulan pertama 2025, pendapatan tersebut berjumlah Rp 26,15 triliun.

Beban pokok penjualan ikut naik tapi hanya kisaran 5% dari Rp 22,51 triliun menjadi sebesar Rp 23,70 triliun. Sehingga laba kotor Antam (ANTM) mampu terpompa menjadi Rp 5,61 triliun dari sebelumnya tercatat Rp 3,63 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset Antam (ANTM) menjadi Rp 63,29 triliun dari sebelumnya Rp 52,53 triliun per 31 Desember 2025.

Liabilitas Antam (ANTM) meningkat ke Rp 22,88 triliun dari posisi Rp 15.93 triliun. Itu dipicu peningkatan pinjaman bank Rp 5,48 triliun per 31 Maret 2026, dari sebelumnya hanya Rp 1,33 triliun per 31 Desember 2025.

Dan total ekuitas jadi Rp 40,40 triliun dari sebelumnya Rp 36,59 triliun. Editor: Theresa Sandra Desfika

Sumber:

– 29/07/2026

Temukan Informasi Terkini

Harga Timah Kokoh, Pendapatan TINS Melonjak 247% Semester I/2026

baca selengkapnya

Nasib Laporan Keuangan Indo Tambangraya (ITMG)

baca selengkapnya

PT Timah (TINS) Produksi Bijih 12.232 Ton Semester I/2026, Melonjak 75%

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top