Antam (ANTM) Buka-bukaan soal Emas Cs

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengungkap hasil produksi dan penjualan sejumlah komoditas, mulai dari emas, nikel, feronikel, bauksit untuk periode sepanjang tahun 2025 lalu.

Aneka Tambang mencatatkan total produksi emas pada sepanjang tahun 2025 sebesar 743 kg (23.888 troy oz). Volume penjualan emas pada 4Q25 mencapai 3.331 kg (107.094 troy oz).

“Capaian penjualan emas pada 4Q25 mendorong capaian penjualan emas pada FY25 sebesar 37.406 kg (1.202.631 troy oz),” ungkap Sekretaris Perusahaan Antam (ANTM) Wisnu Danandi Haryanto dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (30/1/2026).

Ia menjelaskan, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, fluktuasi pasar keuangan, serta tekanan inflasi, mendorong permintaan atas emas sebagai instrumen investasi yang memiliki unsur lindung nilai dan safe haven.

Di tengah volatilitas nilai tukar dan perubahan suku bunga, lanjutnya produk emas Antam tetap menjadi top of mind bagi masyarakat Indonesia dalam berinvestasi emas.

“Kondisi tersebut menjaga kinerja penjualan emas Antam tetap solid dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan,” paparnya.

Nikel

Selanjutnya, kata Wisnu, sepanjang FY25, volume produksi bijih nikel ANTM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt), meningkat 62% dibandingkan capaian produksi bijih nikel pada dua belas bulan pertama tahun 2024 sebesar 9,94 juta wmt. Pada 4Q25, produksi bijih nikel berada pada level 3,56 juta wmt, naik 35% dari capaian produksi pada kuartal ke empat tahun 2024 ( OktoberDesember 2024, 4Q24) sebesar 2,63 juta wmt.

Dari sisi pemasaran, terangnya, volume penjualan bijih nikel pada FY25 terealisasi sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75% dibandingkan FY24 sebesar 8,35 juta wmt. Pada 4Q25, penjualan bijih nikel tercatat 3,35 juta wmt, meningkat 27% dibandingkan 4Q24 sebesar 2,64 juta wmt.

Sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik, FY25 menandai kinerja produksi dan penjualan bijih nikel Antam sebagai yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir sejak pemberlakuan larangan ekspor mineral.

“Sepanjang FY25, bijih nikel Antam dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri nikel kelas dua domestik serta mendukung pasokan bahan baku internal bagi produksi feronikel perusahaan di Kolaka,” sebut Wisnu.

Feronikel

Sepanjang FY25, kinerja komoditas feronikel Aneka Tambang (ANTM) dipengaruhi oleh perubahan terhadap regulasi terkait harga batas bawah produk. Pada FY25, Antam merealisasikan produksi feronikel sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi.

Pada 4Q25, produksi feronikel Antam tercatat sebesar 2.755 TNi, sementara penjualan feronikel ANTAM mencapai 2.346 TNi.

Sepanjang FY25, seluruh penjualan feronikel Antam terserap oleh pasar ekspor, dengan tujuan utama ke Korea Selatan, India, dan China yang merupakan pusat manufaktur stainless steel global.

Bauksit

Sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta meningkatnya serapan pasar domestik, pada FY25 Antam membukukan capaian produksi dan penjualan bauksit tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Pada 4Q25, volume produksi bauksit mencapai 514.374 wmt. Secara kumulatif,produksi bauksit pada FY25 tercatat sebesar 2,83 juta wmt, meningkat signifikan 112% dibandingkan FY24 sebesar 1,33 juta wmt.

Dari sisi penjualan, volume penjualan bauksit pada 4Q25 tercatat sebesar 785.972 wmt, naik 23% dibandingkan 4Q24 sebesar 638.758 wmt.

Sepanjang FY25, penjualan bauksit mencapai 1,89 juta wmt, meningkat 157% dibandingkan FY24 sebesar 736.188 wmt.

Produksi bauksit Antam dialokasikan sebagai bahan baku pabrik chemical grade alumina (CGA) perusahaan yang dioperasikan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) , serta untuk memenuhi kebutuhan pelanggan domestik lain.

Chemical Grade Alumina

Sejalan dengan strategi Antam dalam mengoptimalkan operasi pabrik CGA perusahaan pada 4Q25, PT ICA merealisasikan produksi sebesar 47.465 ton alumina, tumbuh 13% dibandingkan 4Q24 sebesar 4 1.942 ton alumina. Secara kumulatif, produksi alumina pada FY25 mencapai 181.690 ton alumina, meningkat 2 3% dibandingkan FY24 sebesar 147.826 ton alumina.

Optimalisasi operasi pabrik CGA sepanjang FY25 turut mendukung kinerja produksi alumina dan menjadikan tingkat produksi FY25 sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Dari sisi penjualan, volume penjualan alumina pada 4Q25 tercatat sebesar 45.453 ton alumina, naik 3% dibandingkan 4Q24 sebesar 44.112 ton alumina. Sepanjang FY25, penjualan alumina mencapai 180.221 ton alumina, meningkat 2% dibandingkan FY24 sebesar 177.178 ton alumina. Editor: Theresa Sandra Desfika

Sumber:

– 31/01/2026

Temukan Informasi Terkini

Freeport Indonesia Targetkan Penjualan Emas 830.000 Ons pada 2026

baca selengkapnya

Merdeka Gold Targetkan Produksi Emas Tambang Pani pada Kuartal I 2026

baca selengkapnya

Wacana Pemerintah Ambil Alih Agincourt (Martabe) Anak Usaha UNTR Dinilai Prematur, Ini Alasannya

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top