Tata Kelola Pertambangan untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Indonesia Unggul 2045 jadi tema yang diangkat dalam Temu Profesi Tahunan (TPT) XXXII Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) 2023.
SAMARINDA–Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure, Samarinda, kemarin (19/9), itu dihadiri 500-an peserta. Terdiri dari anggota Perhapi dari 26 perwakilan daerah, asosiasi, dan kalangan mahasiswa.
Acara dibuka Gubernur Kaltim Isran Noor yang diwakili Kabid EBT dan Konservasi Energi Dinas ESDM Kaltim Elly Luchritia Nova. Pembukaan juga dihadiri Staf Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif, Direktur Pengembangan Potensi Daerah Kementerian Investasi/BKPM Suhartono, juga Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.
“Tambang memainkan peran penting dalam mendukung sektor ekonomi daerah. Mampu bertahan selama masa pandemi, memberikan multiplayer ekonomi bagi rakyat, dan mendatangkan lapangan pekerjaan yang besar bagi Indonesia,” kata Elly.
Menurut dia, potensi tambang batu bara di Kaltim sangat luar biasa. Mencapai 41,5 persen dari total cadangan batu bara di Indonesia. Perusahaan tambang telah berkontribusi besar dalam perekonomian. Namun, lingkungan juga harus dijaga perusahaan. Kekayaan alam yang kuasai negara digunakan sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia.
Ketua Umum Perhapi Kasli yang diwakili Waketum Sudirman Widhy mengatakan, pada era transisi energi yang terjadi di dunia saat ini, banyak negara di dunia membutuhkan partisipasi aktif rakyat. Tentunya membuat pengelolaan sektor pertambangan menjadi penting dan strategis.
Dia menjelaskan, negara memiliki sumber daya dan cadangan yang cukup besar. Namun, pengelolaan pertambangan masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Sejalan dengan hal tersebut, TPT XXXII Perhapi 2023 menyusun tema Tata Kelola Pertambangan untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Indonesia Unggul 2045 diambil melalui hasil diskusi dengan anggota dan senior.
“Tentunya dengan harapan positif membantu pemerintah dalam meningkatkan tata kelola pertambangan, serta mendorong pemerintah melakukan penguatan kelembagaan dalam peningkatan sumber daya manusia melalui perangkat regulasi,” katanya.
“Kami juga berharap, pertambangan semakin profesional dalam bekerja. Termasuk dalam menyajikan data, menjalankan praktik kegiatan pertambangan secara baik, bertanggung jawab, dan berwawasan lingkungan,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Panpel TPT XXXII Perhapi 2023 Achmad Helmi kepada Kaltim Post mengatakan, selama pembukaan ada pleno membahas berbagai persoalan dan tata kelola pertambangan, berlangsung hingga hari ini (20/9).
Nanti dari pleno tersebut, lanjut dia, ada rekomendasi yang diteruskan kepada anggota, pemerintah dan perusahaan. Ada tiga tim yang membahas berbagai persoalan tersebut. Mendatangkan narasumber ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Besok (hari ini), Wali Kota Samarinda Andi Harun akan hadir sekaligus memberikan sambutan. Kami berharap, pertemuan ini bisa memberikan tata kelola pertambangan yang baik dan berdampak pada perekonomian Kaltim menjadi lebih baik,” kata pria yang juga ketua Perhapi Kaltim tersebut. (adv/waz/er/k8)
Sumber : www.kaltimpost.jawapos.com, 20 September 2023
