Bahlil Target Ekspor Nikel Capai US$45-US$50 Miliar Hingga Akhir 2026

Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mematok target ekspor nikel hingga akhir 2026 sekitar US$45miliar-US$50 miliar.

Bahlil juga mengungkapkan cadangan nikel di dunia, sebanyak 43% berada di Indonesia. Dia mengungkapkan saat Indonesia hendak memutuskan untuk setop ekspor bahan baku mentah beberapa komoditas, maka Indonesia ditantang dan dibawa ke WTO (World Trade Organization atau Organisasi Perdagangan Dunia).

“Saya targetkan [ekspor nikel] pada tahun 2026 itu harus melebihi US$40 miliar, mungkin sekitar kurang lebih US$45miliar-US$50 miliar,” ungkapnya di acara Bali Tech Week 2026, Senin (19/10/2026).

Dia mengatakan bahwa pemerintah juga sudah memiliki roadmap atau peta jalan untuk hilirisasi. Bahlil mengatakan hilirisasi sangat penting bagi Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan perluasan hilirisasi ke berbagai sektor melalui peta jalan hingga 2040. Program tersebut menargetkan investasi sebesar US$618 miliar, dengan cakupan yang meliputi mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

Bahlil mengungkapkan target investasi tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk mengembangkan industri pengolahan sumber daya alam.

Pada dua pekan silam, Bahlil sempat memproyeksikan angka ekspor nikel mencapai US$40 miliar. Target ini juga sama dengan yang disampaikan oleh DEN.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Septian Hario Seto menyampaikan hingga Agustus 2026 saja nilai ekspor produk nikel Indonesia telah mencapai sekitar US$25–US$26miliar. Dengan perkembangan tersebut, ekspor nikel RI diperkirakan dapat mencapai sekitar US$40 miliar hingga akhir tahun.

“Estimasi kami sampai akhir tahun ini akan tembus sekitar US$40 miliar. Jadi itu sudah menjadi ekspor kontributor terbesar Indonesia, di atas CPO dan di atas juga batu bara,” ujarnya dalam diskusi BIG Downstream Insight 2026 yang digelar Bisnis Indonesia di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Editor : Novita Sari Simamora

Sumber:

– 20/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Bahlil Sebut RKAB Jadi Senjata RI Kendalikan Harga Batu Bara Dunia

baca selengkapnya

Alamtri (ADRO) Mulai Buyback Saham Hari Ini (20/10), Siapkan Dana Jumbo

baca selengkapnya

Harga Emas Antam Berpeluang Naik ke Rp 2,8 Juta per Gram, Cermati Rekomendasi Analis

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top