Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Kementerian ESDM siap mengawal pelaksanaan kebijakan energi dan sumber daya mineral secara terintegrasi. Hal ini diungkapkan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin (30/3/2026).
Bahlil mengungkapkan, hilirisasi mineral dan transisi energi harus dijalankan secara seimbang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Hilirisasi mineral dan transisi energi harus berjalan beriringan. Kami akan memastikan seluruh kebijakan di sektor ESDM diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan energi,” tegas Bahlil dalam pernyataannya, dikutip pada Selasa (31/3/2026).
Bahlil menambahkan, percepatan pengembangan energi baru terbarukan akan terus didorong melalui optimalisasi potensi dalam negeri, termasuk energi surya, panas bumi, dan bioenergi. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan mitra internasional untuk memperkuat transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih.
Sebelumnya, dalam forum bisnis Japan-Indonesia Business Forum, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus melangkah naik ke rantai nilai yang lebih tinggi melalui industrialisasi dan pengelolaan sumber daya alam yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya menjaga nilai ekonomi sumber daya strategis agar tidak berhenti pada ekspor bahan mentah semata.
Prabowo juga mengingatkan bahwa pengelolaan mineral harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan orientasi jangka panjang. Menurutnya, sumber daya alam Indonesia harus memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa, sekaligus dijaga untuk generasi mendatang.
“Kami juga akan mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan, termasuk energi surya, panas bumi, dan bioenergi, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional,” pungkas Bahlil. Editor: Natasha Khairunisa
