Bearish Tapi Sudah Oversold, Bagaimana Ramalan Harga Batu Bara?

HARGA batu bara turun tipis pada perdagangan kemarin. Ke depan, bagaimanakah prospek harga si batu hitam?

Pada Senin (4/11/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini dihargai US$ 143,9/ton. Turun tipis hampir flat 0,03% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Dalam sepekan terakhir, harga batu bara membukukan koreksi 1,37% secara point-to-point. Namun selama sebulan terakhir, harga masih naik 1,66%.

Kesadaran akan kelestarian lingkungan yang makin tinggi membuat batu bara tidak lagi seksi. Mengutip Bloomberg News, produsen-produsen batu bara terkemuka di China mempercepat peralihan ke pembangkit listrik terbarukan karena harga bahan bakar turun dan elektrifikasi menjadi pusat perhatian dalam transisi rendah karbon di China.

Laba tahun ini di perusahaan tambang seperti China Shenhua Energy Co, produsen terbesar di China, dan China Coal Energy Co mengalami tekanan karena pasar melemah.

Ekspansi pertambangan nasional dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan kelebihan pasokan batu bara, dan harga acuan telah turun hampir 8% tahun ini. Sementara laba pertambangan di seluruh industri telah merosot 22%.

Shenhua memangkas produksi batu bara pada kuartal III-2024 setelah berjanji awal tahun ini untuk mengalihkan investasi dari pertambangan. Perusahaan ini menambahkan 305 megawatt kapasitas pembangkit listrik terbarukan hingga September, sebagian besar berupa panel surya.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara masih terjebak di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 47,74. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang berada di posisi bearish.

Namun, indikator Stochastic RSI sudah berada di angka 0. Sudah paling rendah, sangat jenuh jual (oversold).

Dengan begitu, harga batu bara berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 144.ton. Jika tertembus, maka ada kemungkinan bisa menguji Moving Average (MA) 10 di US$ 145/ton. Bahkan bisa saja mengetes MA-20 di US$ 146/ton.

Sementara target support terdekat adalah US$ 141/ton. Penembusan di titik ini berisiko menyebabkan harga batu bara turun lagi menuju US$ 138/ton. (aji)

Sumber: bloombergtechnoz.com, 5 November 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top