Emiten pertambangan timah anggota holding BUMN MIND ID, PT Timah Tbk (TINS) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp656,81 miliar.
Keputusan itu diambil setelah perseroan mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Juni 2026.
Corporate Secretary PT Timah, Ruddy Nursalam, menjelaskan bahwa total dividen yang dialokasikan tersebut setara dengan Rp88,18 per lembar saham.
“Menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp656.815.139.890 [Rp656,81 miliar] sebagai dividen,” ujar Ruddy dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (17/6/2026).
Adapun kinerja keuangan tahun lalu yang mendasari pembagian keuntungan ini menunjukkan TINS membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,31 triliun. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen mencapai sekitar 50% dari total laba bersih tahun buku 2025.
Berdasarkan jadwal, tanggal cum dividen yakni hari terakhir perdagangan saham yang berhak mendapatkan dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 23 Juni 2026. Sementara itu, tanggal ex dividen pada 24 Juni 2026.
Bagi investor di pasar tunai, perseroan menetapkan tanggal cum dividen pada 25 Juni 2026 lalu disusul oleh tanggal ex dividen pada 26 Juni mendatang.
Lebih lanjut, tanggal daftar pemegang saham (DPS) atau recording date yang berhak atas dividen tunai ini jatuh pada 25 Juni 2026 hingga pukul 16.00 WIB.
Berikut jadwal pembagian dividen PT Timah Tbk. (TINS) tahun buku 2025:
12 Juni 2026: Tanggal Efektif
23 Juni 2026: Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
24 Juni 2026: Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
25 Juni 2026: Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai
25 Juni 2026: Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen
26 Juni 2026: Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai
10 Juli 2026: Tanggal Pembayaran Dividen
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Dwi Nicken Tari
