Bukan BUMI, justru 3 Saham Ini yang Diusung

Peringkat sektor pertambangan batu bara dinaikkan menjadi overweight dari sebelumnya netral. Ada 3 saham yang diusung dengan rekomendasi buy, yaitu Adaro Andalan Indonesia (AADI), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Bukit Asam (PTBA). Tidak ada Bumi Resources (BUMI).

“Kami menaikkan peringkat sektor pertambangan batu bara menjadi overweight, yang mencerminkan ekspektasi harga batu bara lebih kuat di tengah volume penjualan yang relatif stabil,” tulis analis MNC Sekuritas, Raka Junico W dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (24/2/2026).

Pemerintah mempertimbangkan untuk menurunkan kuota dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 menjadi sekitar 600 juta ton atau turun 24,1% secara tahunan (year on year/yoy). Tujuannya untuk menopang harga batu bara mengingat peran strategis Indonesia sebagai negara eksportir utama, khususnya ke China.

Adapun tingkat persetujuan RKAB bagi banyak perusahaan tambang masih terbatas. Namun, produsen besar seperti Adaro serta 2 anak usaha BUMI, yakni Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin, dilaporkan telah memperoleh alokasi penuh dan berpotensi meningkatkan porsi DMO (domestic market obligation) hingga sekitar 30%.

Di sisi lain, penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap berbasis batu bara di China sebesar 78 gigawatt (GW) pada 2025 – yang merupakan level tertinggi dalam satu dekade – serta meningkatnya kebutuhan listrik menyusul perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), telah memperkuat konsumsi batu bara secara struktural – meskipun penggunaan energi terbarukan terus meningkat.

Penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara di China juga diperkirakan mendorong akumulasi persediaan hingga sekitar 800 juta ton pada akhir 2026, sehingga meningkatkan visibilitas permintaan batu bara dalam jangka menengah.

Target Harga Saham AADI, ADRO, PTBA 

Peningkatan rekomendasi sektor pertambangan batu bara menjadi overweight didukung oleh pasokan yang lebih ketat, prospek harga lebih kuat, serta volume penjualan batu bara yang relatif tahan banting.

“Risiko penurunan tetap berasal dari potensi pelemahan harga dan volume penjualan batu bara,” ungkap Raka.

Dalam skenario dasar, MNC Sekuritas mengasumsikan volume penjualan yang relatif datar secara tahunan dan bauran harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang meningkat sekitar 17,9% yoy untuk seluruh perusahaan dalam cakupan analisis MNC Sekuritas.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy saham AADI, ADRO, dan PTBA. Target harga saham AADI sebesar Rp 13.750, ADRO Rp 2.600, dan PTBA Rp 3.000.

Sedangkan rekomendasi untuk saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) adalah hold. Target harga saham ITMG sebesar Rp 24.600.

Risiko utamanya jika harga batu bara termal lebih rendah dari perkiraan dan volume penjualan lebih lemah dari ekspektasi. Editor: Jauhari Mahardhika

Sumber:

– 24/02/2026

Temukan Informasi Terkini

Kisruh RKAB, Penambang Batu Bara Hati-hati Ambil Keputusan Bisnis

baca selengkapnya

RKAB 2026 Dipangkas, Muncul Potensi Kesulitan Pemenuhan DMO Batubara

baca selengkapnya

Ekonom: Kesepakatan Mineral Kritis RI-AS Kurangi Ketergantungan ke China

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top