Bumi Resources (BUMI) Buka Suara Soal Rumor Akuisisi Kideco milik INDY

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) buka suara terkait rumor yang menyebutkan perseroan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk melakukan akuisisi PT Kideco Jaya Agung (KJA) milik PT Indika Energy Tbk. (INDY).

Direktur Bumi Resources RA Sri Dharmayanti menjelaskan karena pemberitaan yang beredar didasarkan pada narasumber yang tidak disebutkan identitasnya. Dengan demikian, perseroan tidak dapat memverifikasi sumber maupun dasar informasinya.

“Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” ujar Dharmayanti, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, pokok tanggapan tersebut turut dimuat dalam artikel yang dimaksud. Dia juga menuturkan tanggapan tersebut sejalan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan praktik keterbukaan informasi yang mendukung terciptanya pasar modal yang teratur wajar, dan efisien.

Dharmayanti juga menuturkan perseroan dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan arah strategisnya, yaitu diversifikasi usaha ke luar batu bara termal.

“Adapun aset yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan aset batu bara termal,” tutur Dharmayanti.

Sebagai informasi, Kideco menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan INDY terbesar sampai semester I/2026.

INDY mencetak pendapatan yang meningkat 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$1,14 miliar, dari US$ 956,8 juta.

Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh kontribusi yang lebih tinggi dari Kideco Jaya Agung (Kideco), Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), dan Indika Indonesia Resources.

Pendapatan Kideco meningkat 10,2% menjadi US$855,1 juta, didukung kenaikan harga jual rata-rata sebesar 6,8% menjadi US$54,7 per ton dan kenaikan volume penjualan sebesar 2,4% menjadi 14,8 juta ton.

Kideco menjual 6,4 juta ton atau 43,5% dari volume penjualannya untuk pasar domestik dan 8,3 juta ton atau 56,5% untuk pasar ekspor.

Sumber:

– 12/10/2026

Temukan Informasi Terkini

TINS Rogoh Rp33,19 Miliar Genjot Eksplorasi Timah

baca selengkapnya

PTBA Tengah Ajukan Usulan RKAB 2027 ke Kementerian ESDM

baca selengkapnya

Indo Tambangraya (ITMG) Keluarkan Biaya Pengeboran Rp 7,86 Miliar di Kuartal III 2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top