PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,84 triliun dalam waktu dekat.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi ini ditawarkan dalam tiga seri. Seri A memiliki jumlah pokok Rp 600,04 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,50% per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Seri B memiliki jumlah pokok sebesar Rp 905,98 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Seri C memiliki jumlah pokok sebesar Rp 333,86 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,05% per tahun dan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.
Bunga obligasi akan dibayar setiap triwulan sejak tanggal emisi. Adapun pelunasan obligasi dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo.
Masa penawaran umum obligasi ini berlangsung pada 13-19 Mei 2026. Selanjutnya, penjatahan berlangsung pada 20 Mei 2026, sedangkan pengembalian uang pemesanan dan distribusi secara elektronik berlangsung pada 22 Mei 2026. Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap V Tahun 2026 akan dicatat di BEI pada 25 Mei 2026.
Obligasi ini telah mendapat peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang berlaku untuk periode 1 Desember 2025 sampai dengan 1 Desember 2026.
Dari hasil penawaran umum obligasi ini, dana sekitar Rp 1,51 triliun akan digunakan BUMI untuk pemberian pinjaman kepada anak usaha, yaitu PT Arutmin Indonesia. Selanjutnya, Arutmin akan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan modal kerja seperti biaya-biaya operasional perusahaan sehari-hari.
“Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari yang terdiri dari biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional, biaya pajak, dan biaya keuangan,” ungkap Manajemen BUMI dalam prospektus di keterbukaan informasi, Kamis (30/4/2026).
Dalam menerbitkan obligasi ini, BUMI menggandeng PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Selain itu, ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang berperan sebagai Wali Amanat.
