Cek Ramalan Harga Batu Bara Minggu Depan Usai Naik Pekan Ini

Harga batu bara menguat pada perdagangan kemarin. Sepanjang minggu ini, harga si batu hitam juga menanjak.

Pada Jumat (9/1/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 107,4/ton. Naik 0,47% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sepanjang perdagangan awal tahun ini.

Dalam perdagangan pekan ini, harga batu bara membukukan kenaikan 0,8% secara point-to-point.

Kabar dari China sepertinya menjadi sentimen positif bagi harga batu bara. Kemarin, Biro Statistik Nasional China mengumumkan inflasi China pada Desember 2025 sebesar 0,8% year-on-year (yoy). Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 0,7% yoy.

Inflasi sebesar 0,8% yoy menjadi yang tertinggi sejak Februari 2023.

Kabar dari China sepertinya menjadi sentimen positif bagi harga batu bara. Kemarin, Biro Statistik Nasional China mengumumkan inflasi China pada Desember 2025 sebesar 0,8% year-on-year (yoy). Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 0,7% yoy.

Inflasi sebesar 0,8% yoy menjadi yang tertinggi sejak Februari 2023.

Data ini memberi harapan konsumsi di Negeri Tirai Bambu bisa bangkit. Saat konsumsi meningkat, maka permintaan energi akan ikut terdongkrak.

China adalah konsumen batu bara terbesar di dunia. Apa yang terjadi di sana akan sangat mempengaruhi pembentukan harga.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana perkiraan harga batu bara untuk pekan depan? Apakah masih kuat menanjak atau justru terdepak?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara masih berada di zona bearish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI batu bara belum jauh di bawah 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Lalu indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 38. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Kemudian indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 2. Memberi sinyal bahwa volatilitas harga batu bara sepertinya akan rendah.

Untuk perdagangan minggu depan, harga batu bara sepertinya masih akan bergerak terbatas. Target resisten terdekat ada di US$ 108-109/ton.

Sementara target support ada di level US$ 106-104/ton. (aji)

Sumber:

– 10/01/2026

Temukan Informasi Terkini

Pembukaan Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026, Dirjen Minerba Tekankan Keselamatan sebagai Investasi Industri

baca selengkapnya

Amman (AMMN) Kucurkan Dana US$3,03 Juta Fokus Eksplorasi Blok Elang

baca selengkapnya

RKAB 2026 Tertahan, Eramet Masih Pantau Operasi Weda Bay Nickel

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top