Danai Ekspansi Bisnis – Merdeka Gold Raih Fasilitas Kredit Rp2,56 Triliun

Danai operasional bisnisnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) memperoleh fasilitas kredit senilai US$150 juta atau setara dengan Rp2,56 triliun (kurs JISDOR Rp17.122). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mengungkapkan, fasilitas kredit tersebut diperoleh dari para kreditur berdasarkan perjanjian yang diteken pada April 2026. Adapun, para kreditur yang dimaksud antara lain Kasikornbank Public Company Ltd., PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS).

Dana pinjaman ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan untuk mendukung aktivitas usaha yang terintegrasi di sektor pertambangan. Sebagai perusahaan induk dari grup usaha pertambangan, Merdeka Gold menjalankan kegiatan eksplorasi, produksi, hingga pengolahan mineral secara terintegrasi. Tambahan fasilitas ini memperkuat fleksibilitas keuangan perseroan dalam menjalankan proyek-proyek yang sedang berjalan.

Fasilitas kredit tersebut memiliki tenor hingga April 2028 atau 12 bulan setelah tanggal penyelesaian sejak 10 April 2027 dengan opsi perpanjangan. Perseroan dan para pemberi pinjaman telah menyepakati syarat dan ketentuan dalam perjanjian kredit sebagai bagian dari transaksi.

Selain menopang kebutuhan pendanaan, tambahan utang ini juga mencerminkan akses perseroan terhadap sumber pembiayaan eksternal di tengah dinamika industri pertambangan. Struktur pendanaan menjadi krusial seiring dengan kebutuhan belanja modal yang tinggi pada sektor ini. Manajemen menjelaskan fasilitas pinjaman tersebut untuk membiayai semua tujuan korporasi umum grup, termasuk belanja modal pembiayaan, pembiayaan intra-grup, dan persyaratan modal kerja lain dari grup, serta pembayaran biaya transaksi dan pengeluaran terkait.

Melalui perjanjian fasilitas ini, perseroan memperoleh sumber pendanaan yang efisien guna mendukung keberlanjutan kegiatan usaha grup perseroan. Sepanjang tahun 2025 kemarin, EMAS mencatatkan rugi bersih sebesar US$27,49 juta pada 2025 atau melonjak dari kerugian tahun sebelumnya yang mencapai US$12,69 juta.

Penurunan tajam terjadi pada pos pendapatan yang anjlok 92,46% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$131.964, atau dari sebelumnya US$1,74 juta pada 2024. Dari sisi neraca, total aset EMAS tumbuh 39,82% YoY menjadi US$740,63 juta pada akhir 2025. Hal ini sejalan dengan kenaikan liabilitas sebesar 40,13% ke US$359,70 juta dan ekuitas meningkat 39,52% menjadi US$380,93 juta. (bani)

Sumber:

– 15/04/2026

Temukan Informasi Terkini

ESDM Ubah Harga Patokan Nikel dan Bauksit, Berlaku 15 April 2026

baca selengkapnya

Dharma Henwa (DEWA) Beberkan Rencana IPO Anak Usaha Gayo Mineral Resources

baca selengkapnya

Adaro (AADI) Jual Tambang Batu Bara Kestrel Australia Rp41 Triliun

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top