PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tancap gas memperkuat struktur manajemen di tengah fase krusial menuju peningkatan produksi. Perseroan menunjuk tiga calon direktur baru sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan kinerja operasional.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan EMAS dalam meningkatkan standar tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di tengah persaingan pasar modal yang kian ketat.
“Penunjukan ini tidak sekadar pergantian struktural, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapabilitas operasional dan tata kelola perusahaan dalam menghadapi fase pertumbuhan berikutnya,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (25/3/2026).
Momentum penguatan ini datang seiring pencapaian penting EMAS yang telah memasuki tahap produksi emas komersial. Hal itu ditandai dengan realisasi penjualan emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Maret 2026.
Tiga nama yang diusulkan sebagai direktur dinilai memiliki pengalaman kuat di sektor tambang dan keuangan. Nicholas John Green, yang bergabung sejak 2022, berperan dalam pengembangan proyek dan ekspansi fasilitas operasi. Sementara Barend Johannes Nicolaas Knoetze membawa pengalaman operasional sebagai General Manager Tambang Emas Pani, proyek strategis EMAS.
Adapun Suryadinata Tanu mengisi peran kunci di sisi keuangan, dengan latar belakang panjang di bidang finance, accounting, dan tax. Perannya dinilai krusial dalam menjaga stabilitas finansial di tengah fase produksi yang semakin kompleks.
Perkuat Dewan Komisaris
Tak hanya di level direksi, EMAS juga memperkuat jajaran Dewan Komisaris. Sejumlah nama berpengalaman di sektor investasi, pertambangan, hingga pasar keuangan global diusulkan masuk, termasuk Winato Kartono, Xinyu Wang, Yu Gao, John Mackay McCulloch Williamson, dan Jona Widhagdo Putri.
Komposisi baru ini akan membuat lebih dari setengah anggota dewan komisaris berasal dari komisaris independen, mencerminkan komitmen kuat terhadap tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan sesuai standar global.
Penguatan manajemen ini dinilai tepat waktu. EMAS kini telah bertransformasi dari fase eksplorasi menuju produksi komersial. Proyek-proyek yang dikembangkan mulai menunjukkan hasil nyata, sekaligus membuka ruang ekspansi lebih agresif ke depan.
Dengan kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial dari jajaran baru, EMAS diyakini memiliki fondasi yang lebih solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Strategi ini juga menegaskan fokus perseroan, tidak hanya pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada penguatan organisasi secara menyeluruh. Editor: Indah Handayani
