Erick Soal Progres Divestasi Freeport: Dinamikanya Cukup Kompleks

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut proses divestasi saham tambahan 10% PT Freeport Indonesia (PTFI) ke pemerintah melalui induk holding BUMN tambang, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), masih berjalan cukup rumit.

Kerumitan dinamika proses penambahan saham tersebut pun membuat pemerintah masih belum bisa menjanjikan kapan divestasi perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut rampung.

“Kita [tetap] usahakan, karena kan memang ada beberapa kesepakatan yang memang dinamikanya cukup kompleks,” ujar Erick saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/12/2024). 

Hanya saja, Erick masih memastikan pemerintah akan berusaha merampungkan divestasi tersebut pada awal Januari 2025, sesuai dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil sebelumnya menggarisbawahi, target divestasi saham Freeport yang akan menambah kepemilikan saham pemerintah menjadi 61,2% dari sebelumnya 51,2%, masih bergantung terhadap komunikasi PTFI kepada pemerintah.

Apalagi, pada 14 Oktober 2024, smelter katoda tembaga Freeport yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur mengalami peristiwa kebakaran pada fasilitas pemisahan gas bersih atau gas cleaning plant.

“Sekarang lagi menunggu hasil finalisasi dari Freeport. Kemarin kan kita tahu smelter di Freeport lagi ada sedikit kejadian terbakar di asam sulfatnya jadi nanti mungkin begitu timnya sudah selesai, kita baru mulai bicara lagi tindak lanjutnya,” ujar Bahlil, belum lama ini. (ibn/wdh)

Sumber: bloombergtechnoz.com, 24 Desember 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top