Freeport Indonesia (PTFI) Buka-bukaan Kandungan Emas Tambang Grasberg

PT FREEPORT Indonesia (PTFI) buka-bukaan mengenai rata-rata kandungan emas dari galian tambang Grasberg. Tambang yang berada di ketinggian 4.285 mdpl itu resmi berhenti beroperasi pada April 2020 setelah memulai debutnya pada 1990.

Manager Grasberg Earthworks PTFI Sena Indra Wiguna berterus terang, Tambang Grasberg seringkali menjadi sorotan dan mengundang banyak pertanyaan netizen. Tak sedikit yang mengira, aktivitas penambangan di Tambang Grasberg seluruhnya menghasilkan emas.

Padahal, kata Sena, dari 1,4 miliar ton batuan bijih (ore) yang digali di Tambang Grasberg, mineral emasnya rata-rata berkisar 1 sampai 1,1 gram emas per ton dan 10 kilogram tembaga. Sedangkan lainnya sebanyak 3,4 miliar ton merupakan overburden removal.

“Nah, netizen ini biasanya beda-beda sehingga perlu diluruskan. Jadi, yang kami gali itu bukan semuanya jadi langsung emas. Perbandingannya rata-rata, dari 1 ton batuan bijih yang kami tambang akan menghasilkan 10 kilogram tembaga dan sekitar 1 gram emas,” jelas dia kepada media di acara kunjungan operasi PT Freeport Indonesia, Selasa (10/12/2024).

Reklamasi Lahan Tambang

Sementara dari sisi reklamasi, Sena menyebut, PTFI telah berhasil mereklamasi atau merevegetasi (rehabilitasi lahan) sebanyak 570-an hektare (ha) area pasca-tambang Grasberg dari total 920 ha area yang ditargetkan tuntas direklamasi pada 2041.

Menurut dia, realisasi reklamasi tersebut mencerminkan kurang lebih 60% dari total target reklamasi. “Memang itu bertahap dan setiap tahun memang ada targetnya,” ujar Sena.

Setiap tahun, PTFI rutin menyusun rencana reklamasi (RR) lima tahunan sesuai regulasi Kementerian ESDM. Untuk 2024, mengacu pada RR lima tahunan, PTFI menargetkan reklamasi seluas 65 ha yang diklaim sudah tercapai pada Oktober lalu. Kemudian, 2025 dan 2026 merencanakan reklamasi masing-masing seluas 35 hektar.

Sena menyebut, PTFI menghabiskan biaya untuk reklamasi cukup bervariasi mulai dari US$ 180 sampai US$ 250 ribu per hektar. Namun, secara rata-rata, reklamasi menelan biaya sebesar US$ 200 ribu per hektar. Semuanya tergantung pada proses dan finalisasi dump.

Sedangkan faktor cuaca pada saat dilakukannya reklamasi kerap kali memberikan tantangan dari sisi progres, namun bukan pada sisi pembiayaan. “Dalam menyusun biaya reklamasi, PTFI sudah mempertimbangkan (consider) faktor cuaca,” tuturnya. Editor: Muawwan Daelami

Sumber: investor.id, 10 Desember 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top