PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati ulang tahun ke- 59 dengan mengenang sembilan karyawan yang gugur dalam insiden satu tahun terakhir. Jajaran manajemen PTFI melakukan penghormatan kepada tujuh karyawan yang meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025, serta dua karyawan yang meninggal dunia akibat dua insiden penembakan pada Februari dan Maret 2026.
“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi insiden serupa, baik longsoran maupun penembakan, serta kejadian lainnya yang dapat membahayakan keselamatan,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas seusai meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban di tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ) tidak jauh dari Tembagapura, Papua Tengah, Selasa 7 April 2026 lalu.
Pada hari yang sama, Tony Wenas juga meletakkan karangan bunga di area tambang terbuka Grasberg sebagai bentuk penghormatan kepada korban penembakan oleh orang tak dikenal yang terjadi pada 11 Maret 2026.
Tony Wenas menegaskan, keamanan (safety) menjadi hal terdepan dalam proses penambangan. Namun, safety saja tidak cukup dan perlu dibarengi dengan nilai utama Freeport lainnya yaitu integrity, commitment, respect, dan excellence. Freeport menyingkatnya menjadi Sincere. “Kalau semua ini digabungkan semuanya maka safety itu akan lebih tinggi lagi tingkatannya,” ujar Tony Wenas dalam acara yang turut dihadiri jurnalis Liputan6.com, Titis Widyatmoko.
Meningkatkan Faktor Keamanan
Dalam recovery usai insiden di Grasberg Block Cave, Tony menjelaskan pihaknya betul-betul meningkatkan semua faktor safety yang bisa ditingkatkan untuk memperkecil kemungkinan buruk yang bisa terjadi ke depannya.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan safe, secured and sustainable production, sehingga manfaat sebesar-besarnya dapat terus dirasakan oleh bangsa dan negara, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” kata Tony.
Tony juga memberikan semangat kepada seluruh karyawan agar tetap menjalankan operasional dengan mengedepankan keselamatan, serta memastikan pengamanan ekstra dari aparat keamanan mengingat status PTFI sebagai objek vital nasional.
Kontribusi PTFI
Sebagai refleksi di usia ke-59, Tony mencatat perjalanan panjang PTFI sebagai salah satu perusahaan dengan masa operasi terlama di Indonesia. “59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit perusahaan, khususnya investasi asing, yang dapat bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony.
Sepanjang 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp 70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya. PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.
Pada 2025, lanjut Tony, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp 2 triliun dan akan terus bertambah sekitar USD 100 juta atau setara Rp 1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan. Komitmen ini berjalan seiring dengan kontribusi perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan orang asli Papua.
“Ke depan, kami optimistis kontribusi ini dapat terus meningkat, seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Selain itu, juga secara konsisten menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Tony.
Untuk diketahui, saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden, dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40–50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun ini, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun depan.
