Freeport Restui Proyek Ekspansi Tembaga Rp8.140 T di Arizona

Freeport-McMoRan Inc menyetujui proyek ekspansi tambang di Arizona senilai US$4,5 miliar atau sekira Rp8.140 triliun. Produsen tembaga ini memperkirakan langkah tersebut akan meningkatkan kapasitas penambangan dan pengolahan hingga lebih dari dua kali lipat, seiring upayanya memanfaatkan permintaan tembaga yang terus tumbuh.

Dalam pernyataan yang dirilis Rabu, Freeport menyebut proyek ini akan menambah produksi tembaga tahunan di tambang Bagdad sebesar lebih dari 100.000 metrik ton.

Produksi awal ditargetkan dimulai pada pertengahan 2030, setelah melalui masa konstruksi selama tiga setengah tahun.

Menurut perusahaan, ekspansi ini akan menjadikan Bagdad sebagai tambang tembaga terbesar kedua di Amerika Serikat, setelah operasi Freeport di Morenci.

Para produsen tembaga kini mengucurkan miliaran dolar ke operasi yang sudah ada, di tengah tantangan untuk meningkatkan pasokan secepat mungkin agar mampu mengimbangi permintaan yang dipicu oleh elektrifikasi, jaringan listrik, dan pusat data.

Skala investasi Freeport ini juga menyoroti ketergantungan industri yang kian besar pada brownfield expansions—mengoptimalkan hasil dari tambang yang sudah beroperasi—mengingat penemuan dan pengembangan cadangan baru berskala besar kini menjadi semakin sulit.

Keterbatasan pasokan tersebut telah mendorong harga tembaga ke level mendekati rekor tahun ini, ditambah dengan gangguan di sejumlah tambang utama yang semakin memperkuat ekspektasi akan lonjakan permintaan. Logam ini banyak digunakan dalam kabel listrik, serta industri otomotif, konstruksi, dan elektronik.

Freeport juga menerapkan strategi serupa di Cili, di mana perusahaan menguraikan rencana investasi bernilai miliaran dolar di operasi El Abra untuk memperpanjang masa operasional tambang tersebut sekaligus meningkatkan produksi secara signifikan.

Di Bagdad, ekspansi ini akan mencakup pembangunan fasilitas konsentrator baru beserta infrastruktur pendukungnya, dengan tetap memanfaatkan basis sumber daya, tenaga kerja, dan fasilitas yang sudah ada.

Freeport menyatakan tambang Bagdad memiliki cadangan yang cukup untuk lebih dari 80 tahun ke depan, bahkan sebelum memperhitungkan potensi sumber daya mineral tambahan. (bbn)

Sumber:

– 05/11/2026

Temukan Informasi Terkini

Ditjen Minerba Beri 42 Penghargaan kepada Badan Usaha dan Tim ESDM

baca selengkapnya

Harga Timah Kerek Kinerja, TINS Bidik Laba Bersih Rp 5 Triliun hingga Akhir Tahun

baca selengkapnya

Kinerja AMMN Melonjak, Ramp Up Smelter Jadi Katalis Pertumbuhan Berikutnya

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top