Gak Cuma Nikel, Produksi Batu Bara Tahun 2025 Juga Akan Dipangkas

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengevaluasi produksi pertambangan di dalam negeri. Tak cuma nikel, rencananya produksi batu bara juga akan lebih rendah pada tahun ini dibandingkan tahun 2024 lalu.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengungkapkan, bahwa terhadap Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan pertambangan khususnya nikel di tahun 2024-2026 akan dilakukan evaluasi terhadap semua aspeknya.

Termasuk diantaranya evaluasi produksi nikel dan batu bara pada tahun ini. “Kemugkinan bisa dipotong kalau memang ada yang tidak komitmen dengan jaminan reklamasi pasca tambang, kecelakaan tambang tinggi dan lain sebagainya. Intinya kita akan lakukan evaluasi lah,” ungkap Tri Winarno kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (14/1/2024).

Tri Winarno mencatat, tahun 2024 lalu produksi bijih nikel mencapai sekitar 215 juta ton per tahun. Realisasi produksi itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2023.

Sementara itu, dalam catatan MODI Kementerian ESDM tahun 2024 yang dilihat per 8 Januari 2025 kemarin sudah mencapai 830,48 juta ton.

“Tahun 2025 bisa jadi kita turunkan. Ini untuk mineral dan batu bara, karena harga turun terus, kita eksportir terbesar di dunia, coba kita evaluasi,” ungkap Tri.

Adapun Tri menargetkan produksi batu bara di tahun 2025 ini hanya mencapai 725 juta ton. (pgr/pgr)

Sumber: cnbcindonesia.com, 14 Januari 2025

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top