Hadapi Persaingan Alat Berat China, Ini Strategi Kobexindo Tractors (KOBX)

PT KOBEXINDO Tractors Tbk (KOBX) menyatakan kesiapannya bersaing dengan merek alat berat asal China yang dipasarkan di Indonesia. Bukan hanya dari sisi produk, perseroan juga menyiapkan layanan purna jual.

Corporate Secretary Kobexindo Tractors (KOBX), Gabrielle Azelia menyatakan pihaknya siap bersaing dari sisi jajaran produk maupun harga dengan produk-produk berkualitas dari berbagai brand yang dipasarkan di Indonesia.

“Kami confident untuk terus bersaing. Tidak sekadar menjual produk, kami juga mempersiapkan aftersales baik suku cadang maupun jasa perbaikan,” kata Gabrielle kepada Kontan, Selasa (3/8).

Namun, Gabrielle mengakui bahwa pasar industri alat pertambangan relatif tidak bertambah karena keterbatasan produsen dan izin lokasi tambang yang diberikan Pemerintah. Harga yang fluktuatif dan permintaan energi hijau terbarukan yang semakin kuat juga menjadi tantangan bagi pelaku industri alat berat saat ini.

Untuk menyiasatinya, Kobexindo sudah menerapkan beragam strategi. Diantaranya dengan menyediakan produk yang memiliki daya tahan dan product support yang lebih baik, memiliki jaringan cabang dan site office yang tersebar di wilayah Indonesia dan memastikan ketersediaan suku cadang dan mekanik berpengalaman.

Tak hanya itu, perseroan juga melakukan diversifikasi keluar segmen non pertambangan batubara. Sejak awal beridiri, Kobexindo sudah mulai memasarkan alat berat seperti forklift yang dipasarkan di industry manufaktur dan logistik.

“Inisiatif/strategi diversifikasi terus kami perkuat dengan memasukan alat berat segmen konstruksi/infrastruktur seperti excavator kelas kecil menengah dari Develon, bulldozer, dan motor grader dari Shantui.  Bahkan Shantui Bulldozer tercatat sebagai bulldozer dengan penjualan no 1 di China dan no 2 di pasar internasional,” ungkap Gabrielle.

Namun masuknya masuknya produsen atau distributor alat berat baru ke Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri. Ini membuat pasar alat berat semakin kompetitif dan semakin beragam baik secara kualitas maupun harga jual.

Gabrielle bilang pemain baru yang berdatangan ini memberi kesempatan konsumen untuk mencoba produk baru dengan harga bersaing.Namun seiring berjalannya waktu, ketika sudah beroperasi faktor ketersedian suku cadang dan kesiapan mekanik sering kali membuat akhirnya kembali ke merek lama.â§«

Sumber: kontan.co.id, 3 September 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top