Harga batu bara acuan (HBA) pada periode pertama Maret 2026 mayoritas turun. HBA untuk emas hitam kalori tinggi pun melemah.
HBA terbaru ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lewat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 102.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Periode Pertama Bulan Maret Tahun 2026.
Berdasarkan keputusan tersebut, HBA untuk batu bara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR pada periode pertama Maret 2026 dipatok US$102,37 per ton. Angka tersebut turun tipis dibandingkan HBA pada periode kedua Februari 2026, yakni US$102,87 per ton.
Selanjutnya, HBA untuk batu bara nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR ditetapkan pada level US$71,29 per ton pada periode pertama Maret 2026. HBA jenis batu bara ini juga turun dibandingkan periode kedua Februari 2026 senilai US$71,74 per ton.
Lalu, untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, HBA dipatok sebesar US$47,64 per ton pada periode pertama Maret 2026. Angka itu turun dibandingkan harga acuan kedua Februari 2026 di angka US$47,74 per ton.
Sementara itu, HBA batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR dipatok sebesar US$34,25 per ton. Harga acuan itu naik dari posisi periode kedua Februari 2026 di angka US$33,85 per ton.
HBA Maret 2026 periode pertama juga digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan batu bara (HPB) bulan ini.
Selain HBA, Bahlil juga menetapkan harga mineral acuan (HMA) berbagai komoditas mineral periode kedua Februari 2026.
HMA nikel dipatok US$17.103,6/dmt, melemah dibandingkan periode kedua Februari 2026 sebesar US$17.670/dmt.
HMA aluminium juga melemah ke US$3.055,7/dmt dari sebelumnya US$3.129,72/dmt.
Sementara itu, HMA tembaga turun menjadi US$12.878,2/dmt dari sebelumnya US$13.066,44/dmt.
Melalui Kepmen ESDM Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan, HBA dan HMA akan terbit sebanyak dua kali dalam 1 bulan, yakni setiap tanggal 1 dan 15. Editor : Denis Riantiza Meilanova
