Harga Batu Bara Melonjak, Ikut Panas Karena Keputusan OPEC+

HARGA batu bara melonjak setelah ambruk. Harga pasir hitam kembali ke level psikologi US$140 per ton seiring dengan prediksi kenaikan harga gas yang menjadi substitusi batu bara dan penundaan kenaikan produksi oleh OPEC+. keduanya memberikan sentimen positif terhadap harga batu bara yang sama-sama berperan sebagai komoditas energi.

Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Kamis (5/9/2024) harga batu bara acuan ICE Newscastle menguat 0,79% di level di US$ 140,5 per ton. Penguatan tersebut membuat harga batu bara berhasil meninggalkan level psikologis US$139 per ton.

Penguatan harga batu bara pada perdagangan Kamis, didorong oleh prediksi harga gas Uni Eropa yang bisa melonjak 50% jika terjadi musim dingin yang kuat di wilayah Eropa.

Harga gas Eropa melonjak 0,72% kemarin ke posisi €38 per megawatt-hour (MWH) karena kekhawatiran pasokan.

Tingkat penyimpanan gas Uni Eropa telah mencapai 92,5% penuh tetapi tingkat penyimpanan dapat dengan cepat turun jika terjadi “musim dingin yang kuat” di tengah persaingan ketat yang sedang berlangsung dari Asia untuk pasokan LNG. Eropa beralih ke LNG untuk menggantikan pasokan gas pipa yang hilang setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Bank SEB mencatat bahwa secara statistik 20% musim dingin lebih ringan dari biasanya, 20% lebih kuat, dan 60% sisanya berada di sekitar rata-rata historis.

Dengan lebih dinginnya wilayah Eropa, hal ini dapat meningkatkan permintaan batu bara sebagai substitusi dari harga gas yang melonjak tinggi.

Kemudian, kabar baik juga datang dari minyak mentah dunia sebagai bahan bakar dalam pengiriman batu bara.

OPEC+ telah setuju untuk menunda rencana kenaikan produksi minyak untuk Oktober dan November, menurut kelompok produsen tersebut pada Kamis setelah harga minyak mentah dunia mencapai titik terendah dalam sembilan bulan. Akan tetapi, mereka dapat menghentikan sementara atau membalikkan kenaikan tersebut jika diperlukan.

Peningkatan produksi yang direncanakan OPEC+ pada  Oktober adalah sebesar 180.000 barel per hari, sebagian kecil dari 5,86 juta barel per hari yang ditahan, setara dengan sekitar 5,7% dari permintaan global, untuk mendukung pasar karena ketidakpastian tentang permintaan dan meningkatnya pasokan di luar kelompok tersebut.

Menyusul keputusan OPEC+, harga minyak naik sekitar 0,2% pada hari ini, Jumat (6/9/2024) pukul 07.00.

Batu bara adalah bahan bakar pengganti minyak dan gas sehingga harganya akan ikut naik jika kedua komoditas tersebut menguat. CNBC Indonesia Research (saw/saw)

Sumber: cnbcindonesia.com, 6 September 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top