Harga Batu Bara ‘Membatu’, Cuma Stagnan Pekan Lalu

HARGA batu bara stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu. Sepanjang minggu, harga si batu hitam pun ‘membatu’.

Pada Jumat (25/10/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini dihargai US$ 145,9/ton. Tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.

Secara mingguan, harga batu bara pun tidak membukukan kenaikan atau penurunan, flat saja. Walau dalam sebulan terakhir harga masih naik 4,51%.

Kesadaran akan pelestrarian lingkungan membuat batu bara kian sulit mendapat tempat. Termasuk di China, negara konsumen batu bara terbesar di dunia.

Kini China makin masif mengembangkan pembangkit listrik dengan sumber energi yang lebih hijau. Misalnya tenaga air (hidro).

Pembangkit listrik tenaga air di China sudah memiliki kapasitas yang cukup untuk melistriki seluruh Jepang atau Rusia, demikian diwartakan Bloomberg News. Sementara pembangkit di 3 provinsi utama (Sichuan, Yunnan, dan Hubei) menghasilkan listrik yang sama dengan seluruh pembangkit bertenaga angin di China.

Kekeringan pada 2022 memang membuat konsumsi batu bara China melonjak. Namun curah hujan yang tinggi sejak tahun lalu membuat ada harapan bahwa penggunaan batu bara sudah hampir mencapai puncaknya,

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana ramalan harga batu bara untuk pekan ini? Apakah akan ada pergerakan signifikan?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara berada di zona bullish. Terbukti dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57,02. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 67,98. Menghuni area beli (long) yang bahkan lumayan kuat.

Meski demikian, sepertinya tekanan terhadap harga batu bara belum hilang. Target support terdekat adalah US$ 144/ton yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 136/ton yang menjadi MA-50.

Sedangkan target resisten terdekat ada di US$ 168/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga batu bara melesat menuju resisten terjauh US$ 204/ton yang adalah MA-200. (aji)

Sumber: bloombergtechnoz.com, 28 Oktober 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top