Harga batu bara naik pada perdagangan kemarin. Penguatan tersebut membuat harga si batu hitam naik tiga hari beruntun.
Pada Senin (30/3/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 144,25/ton. Bertambah 0,28% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang tertinggi sejak 20 Maret atau lebih dari sepekan terakhir.
Harga komoditas ini pun resmi naik tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga terangkat nyaris 5%.
Perang di Timur Tengah membuat harga energi melambung tinggi. Harga minyak bumi dan gas alam contohnya.
Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis brent meroket 36,68%. Sementara harga gas alam di pasar TTF (Belanda) melejit 23,59%.
Saat harga minyak dan gas makin mahal, batu bara kembali dilirik. Ini membuat permintaan batu bara melonjak dan harga pun menanjak.
“Harga energi yang tinggi akan membuat pemerintah, dunia usaha, dan rumah tangga mencari alternatif lain. Saya tidak akan kaget jika, setidaknya secara temporer, akan ada peningkatan penggunaan batu bara,” tegas Fatih Birol, Direktur International Energy Agency (IEA), seperti dikabarkan Bloomberg News.
“Ini adalah gangguan yang lebih besar ketimbang perang Rusia-Ukraina. Mereka yang tidak punya cadangan gas yang memadai terpaksa kembali ke batu bara, rasanya memang tidak ada pilihan.” tambah Tony Knutson, Global Head of Thermal Coal Markets di Wood Mackenzie Ltd, juga dinukil dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana perkiraan harga batu bara untuk hari ini, Selasa (31/3/2026)? Apakah akan terjadi kenaikan empat hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara mantap di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 73.
RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun kalau sudah di atas 70, maka artinya sudah tergolong jenuh beli (overbought).
Sinyal overbought terkonfirmasi dengan indikator Stochastic RSI 14 hari yang sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berisiko turun. Target support terdekat adalah US$ 137/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Jika tertembus, maka harga batu bara bisa saja mengetes kisaran US$ 135-134/ton.
Namun andai harga batu bara masih kuat menanjak, maka US$ 147/ton sepertinya akan menjadi target paling optimistis. (aji)
