Harga Batu Bara Turun di November, Begini Ramalan Buat Desember

HARGA batu bara anjlok pada perdagangan perdana Desember. Untuk bulan ini, bagaimana ramalan harga si batu hitam?

Pada Senin (2/12/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini ditutup di US$ 136/ton. Anjlok 2,09% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang terendah sejak 24 Juli atau lebih dari 4 bulan terakhir.

Sepanjang November, harga batu bara melemah 3,57%.

Lalu bagaimana proyeksi harga batu bara pada Desember? Apakah bisa bangkit atau malah makin terhimpit?

Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), batu bara masih terjebak di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 43. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI ada di 64,16. Menghuni area beli (long).

Dengan koreksi yang sudah cukup dalam, maka harga batu bara berpeluang bangkit. Pivot point ada di US$ 142/ton. Jika tertembus, maka US$ 147/ton akan menjadi target selanjutnya.

‘Suntik Mati’

Batu bara memang masih diselimuti sentimen negatif. Maklum, energi fosil ini makin ditinggalkan seiring peningkatan kesadaran akan kelestarian lingkungan.

Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yang ingin ‘menyuntik mati’ pembangkit listrik tenaga batu bara. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia bertekad untuk memadamkan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara dalam 15 tahun ke depan.

Penasihat Khusus Presiden Urusan Energi Purnomo Yusgiantoro berpendapat suntik mati PLTU harus dimulai dari fasilitas yang dimiliki oleh PT PLN (Persero). Purnomo mengatakan 60% dari sekitar 253 PLTU batu bara di Indonesia dioperasikan oleh PLN.

“Yang pasti bisa dilakukan dahulu sekarang itu adalah PLN. Atau IPP (Independent Power Producer) yang dia itu swasta tetapi kontraknya sudah habis. Itu bisa,” katanya di sela agenda Ecofest 2024 oleh Bloomberg Technoz, pekan lalu.

Purnomo tidak menampik kendala pendanaan masih menjadi isu pemadaman PLTU batu bara di Indonesia. Jika tidak ada bantuan pendanaan, dia memperkirakan Indonesia hanya bisa memadamkan sekitar 31% pembangkit batu bara.

“Namun, kalau ada bantuan pendanaan luar, itu 41% bisa. Yang ditutup PLTU-nya PLN dahulu, yang paling gampang kan dan yang paling enak PLN dahulu. Lalu digantikan dengan energi terbarukan yang sudah siap. Kuncinya di pendanaan.” (aji)

Sumber: bloombergtechnoz.com, 3 Desember 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top