Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi merilis Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode kedua bulan Februari 2026. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 97.K/MB.01/MEM.B/2026, tren harga komoditas batubara di pasar global menunjukkan penurunan yang merata di seluruh kategori kalori jika dibandingkan dengan periode pertama bulan yang sama.
​Penurunan paling signifikan terjadi pada kategori batubara dengan kalori rendah. Batubara dengan spesifikasi 3.400 GAR mengalami koreksi tajam sebesar 5,52 persen dari harga sebelumnya USD 35,83 per ton menjadi USD 33,85 per ton. Angka ini mencatatkan persentase penurunan tertinggi di antara kategori lainnya, mencerminkan fluktuasi yang cukup dinamis di pasar batubara spesifikasi rendah.
​Kondisi serupa juga terlihat pada batubara kalori tinggi 6.322 GAR. Harga untuk kategori ini turun sebesar 3,05 persen dari angka USD 106,11 per ton pada periode pertama menjadi USD 102,87 per ton di periode kedua. Meski masih bertahan di atas angka seratus dollar, tren pelemahan ini menjadi indikator penting bagi para pelaku usaha pertambangan kelas atas.
​Sementara itu, untuk batubara kalori menengah yakni 5.300 GAR, harga ditetapkan sebesar USD 71,74 per ton. Angka ini turun 3,0 persen dibandingkan harga periode sebelumnya yang berada di level USD 73,96 per ton. Penurunan ini sejalan dengan kondisi pasar yang sedang mengalami penyesuaian permintaan di pertengahan kuartal pertama tahun ini.
​Terakhir, batubara dengan kalori 4.100 GAR mencatatkan penurunan yang relatif paling stabil dibandingkan kategori lainnya. Dengan koreksi sebesar 1,80 persen, harga batubara jenis ini bergeser dari USD 48,21 per ton menjadi USD 47,34 per ton.
Pembaruan harga acuan ini diharapkan menjadi panduan bagi industri dalam menentukan harga jual serta perhitungan royalti kepada negara di tengah dinamika pasar energi global yang masih fluktuatif. (red)
