Harga Bijih Besi Fluktuatif Dipicu Sinyal Stimulus Properti China

HARGA bijih besi berfluktuasi antara naik dan turun karena China memberi sinyal stimulus yang lebih kuat untuk mengatasi krisis properti. Sementara itu, dua perusahaan tambang terkemuka melaporkan peningkatan produksi kuartalan dan rencana ekspansi lebih lanjut.

Kontrak berjangka fluktuatif di kisaran US$106 per ton di Singapura setelah merosot 1,5% kemarin (15/10/2024).

Menteri Perumahan China akan menggelar konferensi pers besok (17/10/2024), kemungkinan akan memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah untuk mendukung sektor properti yang sedang sakit dan mendorong pertumbuhan ekonomi di negara importir terbesar di dunia ini. 

Harga bijih besi telah turun lebih dari seperlima pada tahun ini karena perlambatan ekonomi China, terutama karena kemerosotan properti yang berkepanjangan, telah mendorong pabrik-pabrik mengurangi produksi baja.

Dalam beberapa minggu terakhir, para pejabat di Beijing telah mengisyaratkan niat untuk menarik ekonomi keluar dari perlambatan, mengeluarkan serangkaian stimulus dari pelonggaran moneter hingga regulasi.

Hal ini membantu bahan baku pembuatan baja, meskipun masih ada kekhawatiran tentang dampak dari meningkatnya pasokan dari laut.

Di sisi produksi, Vale SA dari Brasil mengatakan bahwa tingkat pasokan di kuartal terakhirnya kuat sejak akhir tahun 2018, tepat sebelum bendungan runtuh yang menghambat produksi. Volume membengkak menjadi 91 juta ton, melampaui estimasi rata-rata 86,4 juta ton dari para analis yang disurvei Bloomberg.

Di Australia, Rio Tinto Group mengatakan pengiriman triwulanan naik tipis 1% dari tahun ke tahun. CEO Jakob Stausholm mengatakan perusahaan ada di jalur yang tepat untuk produksi pertama dari proyek raksasa Simandou tahun depan.

Harga bijih besi berjangka sedikit berubah pada US$106,05 per ton pada pukul 10:12 pagi di Singapura setelah bergerak antara kenaikan 1,7% dan penurunan 0,7%. (bbn)

Sumber: bloombergtechnoz.com, 16 Oktober 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top