HARGA minyak mentah naik pada perdagangan Selasa (5/11). Kenaikan ini dipicu oleh badai Teluk Meksiko yang dapat memangkas produksi minyak Amerika Serikat (AS) serta dolar yang melemah saat pemilihan Presiden AS.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (6/11) harga minyak mentah Brent naik 0,6 persen menjadi USD 75,53 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan 0,7 persen menjadi USD 71,99.
Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho bilang kenaikan ini memang dipicu oleh permintaan dan penawaran yang kuat, pemilihan presiden, geopolitik serta kondisi alam yang terjadi di Teluk Meksiko.
“Minyak mentah naik karena dinamika permintaan/penawaran yang menguat, geopolitik, dan demam pemilu, ditambah sedikit cuaca yang turut berpengaruh,” kata Bob.
Beberapa perusahaan di Teluk Meksiko mulai mengevakuasi pekerja dari anjungan lepas pantai afau Offshore Platform akibat Badai Tropis Rafael yang diperkirakan akan akan terjadi pada minggu ini. Analis mengatakan badai tersebut dapat mengurangi produksi minyak sekitar 4 juta barel.
Selain itu OPEC+ juga akan menunda kenaikan produksi selama sebulan mulai Desember karena melemahnya permintaan dan meningkatnya pasokan non-OPEC menekan pasar.
Batu Bara
Berdasarkan bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara untuk kontrak pengiriman November 2024 melemah. Harga batu bara turun 0,69 persen menjadi USD 142,90 per ton.
CPO
Harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) juga mengalami penurunan. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO turun 0,04 persen menjadi MYR 4.889 per ton.
Turunnya harga CPO disebut akibat sikap pasar yang berupaya mengamankan keuntungan di tengah melemahnya ringgit dan berakhirnya pembelian pada hari raya di India sebagai importir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Selain itu, meingkatnya premi antara minyak kelapa sawit dan penggantinya juga menambah tekanan pada harga.
Nikel
Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) juga terpantau mengalami kenaikan. Harga nikel naik 0,72 persen menjadi USD 16.123 per ton.
Timah
Harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange (LME) mencatat kenaikan 0,62 persen menjadi USD 32.349 per ton.
Sumber: kumparan.com, 6 November 2024
