Harga Tembaga Turun ke US$9.090,50 Selasa (10/9), Akibat Data Lemah dari China

HARGA tembaga turun di bursa logam London pada Selasa (10/9), setelah data ekonomi yang lemah dari China.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan, meskipun penurunan persediaan logam memberikan sedikit dukungan.

Melansir Reuters, kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,1% menjadi US$9.090,50 per ton pada pukul 08.17 GMT, setelah sempat naik hingga 0,5% di awal perdagangan.

Di Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak tembaga yang paling banyak diperdagangkan untuk bulan Oktober naik 1,4% menjadi 73.110 yuan (US$10.268,40) per ton, mengikuti kenaikan semalam di London.

“China mengalami tekanan deflasi dan pertumbuhan yang lemah. Angka impor yang rendah membuat harga diperkirakan akan turun,” kata seorang pedagang, memperkirakan harga tembaga di LME bisa jatuh hingga US$8.450.

Impor tembaga mentah China turun ke level terendah dalam 16 bulan pada Agustus, dan total impor tidak memenuhi ekspektasi, mencerminkan lemahnya permintaan.

Namun, penurunan harga terbatas berkat potensi penurunan stok tembaga di gudang LME di tengah meningkatnya surat pembatalan yang menandakan logam tersebut sudah dipesan untuk pengiriman.

Premi impor tembaga ke China naik menjadi US$65 per ton, tertinggi dalam lebih dari 8 bulan, yang menandakan permintaan impor logam ini ke China semakin meningkat.

Di LME, nikel turun 0,4% menjadi US$15.835, seng turun 1,3% menjadi US$2.695, aluminium turun 0,3% menjadi US$2.343 per ton, timah turun 0,6% menjadi US$30.635, dan timbal naik 0,7% menjadi US$1.966.

Di SHFE, nikel turun 0,7% menjadi 121.610 yuan, dan timbal turun 1,1% menjadi 16.410 yuan, sementara seng naik 0,2% menjadi 22.790 yuan, dan timah naik 0,6% menjadi 252.210 yuan.

Aluminium SHFE naik 1,2% menjadi 19.390 yuan per ton, sebagian didukung oleh pemotongan produksi di Malaysia, kata seorang pedagang.

Kebakaran di Press Metal Aluminium berdampak pada sekitar 3% dari kapasitas peleburan tahunan, dan diperlukan waktu empat bulan untuk memulihkan kerusakan.

Perusahaan tersebut mengatakan kapasitas peleburan tahunan mereka adalah 1,08 juta ton.â§«

Sumber: kontan.co.id, 10 September 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top