Harga Timah Kokoh, Pendapatan TINS Melonjak 247% Semester I/2026

PT Timah Tbk. (TINS) membukukan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada semester I/2026 menjadi Rp10,42 triliun atau melonjak 247% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut ditopang lonjakan volume penjualan serta menguatnya harga jual logam timah di tengah kondisi pasar global yang masih mengalami defisit pasokan.

Direktur Utama PT Timah Tbk. Restu Widiyantoro mengatakan kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini mencerminkan keberhasilan transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan di tengah dinamika industri timah global.

“Kinerja Perseroan pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan Perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global. Peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, emiten tambang pelat merah tersebut membukukan laba usaha sebesar Rp3,48 triliun, melonjak dibandingkan Rp380 miliar pada semester I/2025. EBITDA juga meningkat 363% menjadi Rp3,90 triliun dari Rp840 miliar.

Sementara itu, laba bersih TINS mencapai Rp2,71 triliun atau telah melampaui target laba bersih sepanjang 2026 sebesar Rp1,61 triliun. Dengan demikian, realisasi laba bersih hingga semester I telah mencapai sekitar 169% dari target tahunan.

Dari sisi profitabilitas, operating margin meningkat menjadi 33,24% dari 9,01% pada semester I/2025. EBITDA margin naik menjadi 37,39% dari 19,92%, sedangkan net profit margin meningkat menjadi 26,05% dari 7,11%.

Adapun tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) tercatat sebesar 16,50% dan tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) mencapai 25,74%, masing-masing meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Per akhir Juni 2026, total aset perseroan naik 21% menjadi Rp16,45 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp13,64 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp5,90 triliun dari Rp5,23 triliun, sedangkan ekuitas bertambah 25% menjadi Rp10,55 triliun.

Peningkatan kinerja keuangan tersebut ditopang oleh perbaikan operasional. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn atau meningkat 75% dibandingkan semester I/2025 sebanyak 6.997 ton Sn.

Produksi logam timah juga naik 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn, sedangkan volume penjualan meningkat 85% menjadi 10.984 metrik ton Sn dari sebelumnya 5.933 metrik ton Sn.

Selain volume yang meningkat, rata-rata harga jual logam timah sepanjang semester I/2026 mencapai US$49.794 per metrik ton atau naik 52% dibandingkan US$32.816 per metrik ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan menyebut 97% penjualan logam timah masih berasal dari pasar ekspor, sedangkan pasar domestik berkontribusi 3%. Adapun tujuan ekspor terbesar meliputi China dengan kontribusi 36%, India 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%.

Mengacu pada data CRU Tin Monitor, produksi logam timah global sepanjang semester I/2026 tercatat 173.536 ton, sedangkan konsumsi mencapai 179.256 ton. Kondisi tersebut menunjukkan pasar timah global masih mengalami defisit pasokan yang dinilai menjadi penopang prospek industri pada paruh kedua tahun ini.

Restu mengatakan perseroan optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dengan memanfaatkan permintaan dari sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, hingga teknologi kecerdasan buatan.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, perseroan terus meningkatkan kegiatan eksplorasi darat dan laut. Hingga semester I/2026, TINS mencatat sumber daya timah sebesar 798.000 ton dan cadangan timah sebanyak 312.000 ton.

“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Restu.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Dwi Nicken Tari

Sumber:

– 29/07/2026

Temukan Informasi Terkini

Antam (ANTM) Beberkan Fakta terkait Laporan Keuangan

baca selengkapnya

Nasib Laporan Keuangan Indo Tambangraya (ITMG)

baca selengkapnya

PT Timah (TINS) Produksi Bijih 12.232 Ton Semester I/2026, Melonjak 75%

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top