PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,69 triliun hingga kuartal III/2026. Perolehan tersebut meningkat 34,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan Rp6,45 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan laba bersih NCKL terjadi seiring dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan. Emiten pertambangan nikel yang terafiliasi dengan Harita Group tersebut mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp26,87 triliun, tumbuh 19,9% yoy dibandingkan dengan Rp22,4 triliun hingga kuartal III/2025.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban pokok penjualan dan pendapatan yang lebih tinggi. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, beban pokok penjualan NCKL mencapai Rp20,13 triliun atau meningkat 33,9% yoy dari Rp15,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut membuat laba bruto perseroan terkoreksi 8,6% yoy menjadi Rp6,74 triliun dari sebelumnya Rp7,37 triliun.
Meski demikian, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap mencatatkan pertumbuhan dua digit. Secara nominal, laba bersih NCKL bertambah sekitar Rp2,24 triliun dibandingkan dengan periode sembilan bulan pertama 2025.
Dari sisi posisi keuangan, total aset dan pendanaan perseroan tercermin dari peningkatan jumlah liabilitas dan ekuitas. Total liabilitas NCKL tercatat sebesar Rp17,66 triliun per 30 September 2026, meningkat 17,6% dibandingkan dengan Rp15,01 triliun pada periode pembanding.
Kenaikan liabilitas terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp10,61 triliun, meningkat 59,3% dibandingkan dengan Rp6,66 triliun. Sebaliknya, liabilitas jangka panjang turun 15,6% menjadi Rp7,05 triliun dari Rp8,36 triliun.
Sementara itu, total ekuitas NCKL meningkat 19,7% menjadi Rp55,99 triliun dibandingkan dengan Rp46,76 triliun pada periode sebelumnya. Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas perseroan mencapai Rp73,65 triliun, naik 19,2% dari Rp61,77 triliun.
Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas pada akhir periode tercatat sebesar Rp6,13 triliun, meningkat 23,7% dibandingkan dengan Rp4,95 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mencapai Rp3,56 triliun, meningkat dibandingkan dengan Rp3,43 triliun pada kuartal III/2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman
