HUT RI Ke-79, Upaya Merdeka Copper Gold dalam Hadirkan Pemerataan Pembangunan

KOMPAS.com – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus selalu menjadi momen istimewa bagi seluruh rakyat. 

Perayaan ini bukan hanya sekadar pesta, tetapi juga menjadi waktu untuk merenung. Sudah sejauh mana bangsa kita maju sejak memproklamasikan kemerdekaan? 

Perjalanan Indonesia menuju kemajuan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk sektor swasta, memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Sebagai bagian dari masyarakat, setiap perusahaan tambang memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi pada pembangunan daerah sekitar.

Kontribusi sosial merupakan salah satu prinsip pertambangan berkelanjutan yang memastikan sumber daya alam yang diambil dapat dinikmati semua pihak.

General Manager Corporate Communications Merdeka Copper Gold (MDKA) Tom Malik mengatakan, pihaknya turut berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di area sekitar operasi tambang.

“By nature, operasi pertambangan itu memang biasanya beroperasi di wilayah terpencil. Di Banyuwangi saja, walaupun di Pulau Jawa, Kecamatan kami berada di kecamatan paling remote. Jadi, memang tidak terlalu terjamah dengan pembangunan dan roda-roda ekonomi lainnya,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (14/8/2024).

Oleh karenanya, MDKA berupaya memberdayakan masyarakat sekitar, salah satunya dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Karyawan kami ada sekitar 2.000 orang, kontraktor kami juga sekitar 2.000 orang. Jadi, total operasi di Banyuwangi hampir 4.000 karyawan yang 70 persennya merupakan warga lokal,” tuturnya.

Dari jumlah 70 persen tersebut, Tom menjelaskan, 40 persen pekerja berasal dari Kecamatan Pesanggaran yang merupakan basis operasi Tambang Emas Tujuh Bukit. Sisanya, 30 persen, merupakan warga dari daerah-daerah lain di Banyuwangi.

“Jadi, kami menciptakan lapangan kerja yang cukup besar dan menyerap tenaga kerja paling besar di Banyuwangi selain perusahaan atau pebisnis lainnya,” ungkapnya.

Selain perekrutan rutin, sejak 2020, dua operasi tambang MDKA menjalankan Mining Apprentice Program, yakni pelatihan dan perekrutan perempuan dari masyarakat lingkar tambang.

Para rekrutan perempuan tersebut akan bekerja menjadi operator alat berat di Tambang Emas Tujuh Bukit dan juga  Tambang Tembaga Wetar. Tercatat sebanyak 102 dari 236 (43 persen) operator alat berat di Tambang Tembaga Wetar pada 2022 adalah perempuan.

Selain itu, Tom mengatakan, MDKA juga bekerja sama dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.

“Angka tahun lalu, sepertinya sekitar 150 UMKM lokal dengan nilai kontrak lebih dari Rp 100 miliar. Jadi, trickle down effect-nya ada,” jelasnya.

Sumber : Kompas.com, 21 Agustus 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top