Imbas El Ninõ, Ekspor Batu Bara RI pada Agustus Drop 23,34% YoY

Ekspor batu bara Indonesia mengalami penurunan, sebab sungai Barito dan Mahakam yang menjadi jalur pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara mengalami pendangkalan dan kekeringan imbas fenomena El Niño.

Melansir Shanghai Metals Market (SMM), Kamis (10/9/2026), ekspor batu bara RI melalui jalur laut tercatat sebesar 36,10 juta ton pada Agustus 2026, turun 23,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 6,54% secara bulanan (month-to-month).

Volume ekspor menurun selama tiga bulan berturut-turut hingga mencapai level terendah pada Agustus dalam lima tahun terakhir.

Tren pengiriman ke negara-negara tujuan utama bervariasi: ekspor ke China dan India masing-masing mencapai 14,47 juta ton dan 7,10 juta ton—naik 1,26% dan 12,01% secara bulanan—sedangkan pengiriman ke Filipina dan Vietnam turun masing-masing sebesar 26,38% dan 21,58%.

Dalam laporan Argus Media dijelaskan bahwa terjadi penurunan kedalaman sungai yang membatasi pergerakan batu bara dari lokasi tambang menuju terminal ekspor.

Argus Media juga mencatat sejumlah produsen menyatakan force majeure atas pengiriman.

“Rendahnya permukaan air di Sungai Barito telah memaksa sejumlah produsen menyatakan force majeure atas pengiriman, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan ekspor ketika El Niño yang kuat mengancam memperpanjang kondisi kering,” tulis Argus, Rabu (2/9/2026).

Argus Media mencatat tambang batu bara di wilayah Kalimantan Tengah memproduksi batu bara kalori menengah hingga tinggi, dengan beberapa tambang memproduksi hingga 100.000 ton batu bara per bulan.

Sepanjang tahun lalu, sekitar 45,78 juta ton batu bara diproduksi dari wilayah tersebut dan sekitar 29,54 juta ton di antaranya diekspor.

“Sebagian wilayah hulu Sungai Barito telah sepenuhnya tidak dapat dilalui kapal, dengan sejumlah perusahaan tambang di wilayah tersebut sudah menyatakan force majeure atas pengiriman akibat kondisi tersebut,” ungkap Argus Media. (ros)

Sumber:

– 10/09/2026

Temukan Informasi Terkini

Laba Antam Tembus Rp 6,91 Triliun, Naik 34,4 Persen

baca selengkapnya

Strategi TINS Optimalkan Operasi dan Produksi Timah Sepanjang 2026

baca selengkapnya

Vale (INCO) Kejar Proyek HPAL Pomalaa Full Produksi pada 2027

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top