PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2025 sejalan dengan melemahnya harga batu bara global.
Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang diaudit, ITMG meraih pendapatan bersih US$1,88 miliar atau turun 18,35% year-on-year (YoY) dari US$2,3 miliar pada 2024.
Pendapatan bersih itu berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga US$1,84 miliar, penjualan batu bara ke pihak berelasi US$18,19 juta, jasa pihak ketiga US$4,64 juta, serta keuntungan atas transaksi swap batu bara US$10,56 juta.
Pihak ketiga yang menjadi pelanggan ITMG a.l. China Bai Gui International Trade Ltd. US$213,02 juta dan Marubeni Corporation US$188,36 juta.
Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan ITMG menurun dari US$1,6 miliar pada 2024 menjadi US$1,39 miliar pada 2025. ITMG juga membukukan beban umum dan administrasi US$44,9 juta, beban keuangan US$11,13 juta, dan beban pajak penghasilan US$92,54 juta.
Alhasil, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih ITMG mengalami penurunan. Pada 2025, laba bersih ITMG tercatat sebesar US$190,94 juta atau lebih rendah 48,96% YoY dari US$374,12 juta pada 2024.
Di sisi aset, ITMG menggenggam US$2,4 miliar per 31 Desember 2025. Jumlah liabilitasnya tercatat sebesar US$497,73 juta dan jumlah ekuitasnya US$1,9 miliar. Editor : Ana Noviani
