INDONESIA Mining Summit 2024 berfokus pada sektor pertambangan di Indonesia. Kegiatan bertujuan untuk mempertemukan pemangku kepentingan utama, termasuk perusahaan tambang, pemerintah, penyedia teknologi, dan investor, untuk sama sama berdiskusi mengenai perkembangan, tantangan, dan peluang dalam industri pertambangan di Indonesia.
Tri Winardo Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, menyoroti pentingnya inovasi dalam mengambil kebijakan strategis, dan kerangka kerja yang efektif dalam mendukung keberlanjutan ekonomi melalui sektor pertambangan.
“Inovasi yang dimaksud pemanfaatan teknologi canggih seperti AI, IoT, dan big data untuk meningkatkan efisiensi eksplorasi, pengolahan mineral, dan manajemen sumber daya,” tutur Tri.
Salah satu urgensi transformasi di sektor pertambangan untuk menghadapi tantangan global dengan memastikan keberlanjutan ekonomi, dan mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Tujuan besar dari Indonesia Mining Summit untuk menarik Investasi dengan meningkatkan minat investor global dalam industri pertambangan di Indonesia. Serta memperkenalkan teknologi baru seperti mempromosikan penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam operasi tambang.
Jika berkaca pada 2014 silam bahwa sektor minerba hanya mampu berkontribusi sebesar Rp 29 triliun terhadap PNBP, saat ini sudah tumbuh berkali-kali lipat hingga mencapai Rp 170 triliun.
“Memang dulu (sektor minerba) tidak terlalu dijadikan sebagai sumber pendapatan utama negara. Tapi sekarang ini 10-11 persen dari PNBP itu berasal dari sektor Minerba,” tuturnya.
Selain itu, dan yang terpenting menurut Tri perlu ruang diskusi mengenai kebijakan, menjadi platform bagi pemerintah dan pelaku industri untuk membahas regulasi, kebijakan, dan tren terkini. Melalui kemitraan strategis untuk mendorong kolaborasi antara berbagai pihak di sektor ini.
“Diskusi tentang kebijakan pertambangan terbaru termasuk upaya untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan efisiensi operasional,” ujarnya.
Selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri ESDM, Tri menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2030.
“Tidak ada negara yang bisa melesat dari middle income trap ke high income tanpa memanfaatkan potensi demografi yang ada,” ungkapnya.
Menyoroti tantangan global yang semakin besar, terutama dalam hal Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, sektor mineral dan batubara tidak hanya dituntut untuk memberikan profit, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial.
“Isu-isu terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola harus menjadi perhatian utama dalam industri pertambangan,” tegasnya.
Indonesia Mining Summit, memberi peluang besar bagi perusahaan untuk memamerkan teknologi mereka, memperluas jaringan bisnis, dan mendapatkan wawasan strategis tentang masa depan pertambangan di Indonesia dan pasar global. (rdh) Sumber: HumasMinerba
Sumber: minerba.esdm.go.id, 4 Desember 2024
