PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memutus–kan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2023.
Head of Communication Vale Indonesia Suparam Bayu Aji mengatakan, pemegang saham telah menyepakati tidak adanya pembagian dividen lantaran perseroan tengah mengejar penyelesaian tiga proyek jumbo di Sulawesi, yakni Proyek Morowali, Pomalaa, dan Sorowako.
“Bayangkan kita lagi mengejar proyek nih ada tiga proyek yang sangat signifikan sehingga diputuskan di situ bahwa dananya akan digunakan untuk proyek pengembangan, makanya tidak ada dividen,” kata Bayu Aji ditemui di sela acara Bisnis Indonesia Awards 2024, Kamis (13/6/2024).
Bayu pun menjelaskan bahwa dipakainya dana tersebut untuk mengembangkan tiga proyek jumbo sudah disepakati oleh para pemegang saham ketika rapat umum pemegang saham (RUPS) pihaknya.
“Dan itu [dana untuk proyek] udah diputus–kan oleh rapat umum pemegang saham,” ujarnya.
Adapun, INCO memang tercatat jarang mem–bagikan dividen. Catatan Bisnis menunjukkan dalam 5 tahun terakhir, INCO hanya mem–bagikan dividen pada tahun buku 2022 dan 2020.
Sepanjang 2023, INCO mencatatkan pen–dapatan sebesar US$1,23 miliar atau sekitar Rp19,23 triliun (asumsi kurs Rp15.611). Pendapatan tersebut naik sebesar 4,48% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya, yaitu US$1,17 miliar.
INCO juga mencatatkan peningkatan dalam beban pokok pendapatan sebesar 2,24% yoy, naik dari US$865,88 juta menjadi US$885,24 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh mening–katnya biaya bahan bakar minyak dan pelumas dari US$180,16 juta menjadi US$203,89 juta.
Alhasil, laba kotor yang diakumulasi oleh INCO sepanjang tahun 2023 mencapai US$347,02 juta, naik 10,67% yoy dari angka sebelumnya sebesar US$313,56 juta.
Setelah memperhitungkan beban dan pen–dapatan lainnya, INCO mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$274,33 juta. Laba tersebut mengalami peningkatan sebesar 36,89% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya pada tahun 2022.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Denis Riantiza Meilanova
Sumber : Bisnis.com, 13 Juni 2024
