Izin Belum Terbit, Proyek Emas Darma Henwa di Gayo Lues Mandek

Aset tambang emas jumbo PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp7,03 triliun di Gayo Lues, Aceh, tak bisa dibor.

Penyebabnya bukan geologi, tapi perizinan. Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources, terhenti sejak 8 Maret 2026 dan hingga kini belum diperpanjang.

Akibatnya, rencana pengeboran ambisius periode Februari 2026 – Juni 2027 resmi berstatus force majeure.

Manajemen DEWA mengakui di laporan keterbukaan informasi Bursa, Selasa (13/10/2026), tidak ada satu pun lubang bor baru yang dibuat pada kuartal III-2026.

Padahal, total pengeboran hingga akhir kuartal II-2026 sudah mencapai 31.485 meter di 102 lubang bor di prospek Upper Tengkareng. Kegiatan kini hanya berkutat pada persiapan: ganti corebox, tata coreshed, dan kajian teknis.

“Analisis petrografi dan mineralogi otomatis menunjukkan kemajuan 15 dari 70 sampel,” tulis manajemen.

Ironinya, DEWA sudah mengikat pinjaman tanpa bunga jumbo untuk proyek ini.

Pada 24 November 2025, atau hanya tiga hari setelah DEWA mengakuisisi mayoritas saham Gayo Mineral lewat PT Mahadaya Imajinasi Nusantara (MIN), PT Seraya Laju Karya meneken komitmen pinjaman plafon Rp455 miliar dengan jatuh tempo 31 Desember 2028.

Realisasinya cepat. Dalam dua bulan pertama (November-Desember 2025) saja sudah cair Rp196,53 miliar. Hingga Juni 2026, total serapan sudah Rp297,88 miliar atau 65% dari plafon.

Pinjaman itu kini menopang kegiatan yang statusnya standby menunggu izin.

DEWA sendiri tidak main-main. Mereka sudah menggandeng konsultan kelas dunia, SRK Consulting (Australasia) Pty Ltd, untuk menyusun domain geologi dan persiapan audit cadangan berstandar JORC. Kunjungan lapangan pertama SRK bahkan sudah dilakukan September 2026.

Prospek Upper Tengkareng dan Lower Tengkareng di Gayo Lues memang digadang jadi tumpuan baru kontraktor Grup Bakrie ini untuk bertransformasi dari kontraktor tambang menjadi pemilik tambang emas-tembaga.

Hanya saja, tanpa kepastian perpanjangan IUP eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi, aset Rp7 triliun itu untuk sementara hanya jadi angka di atas kertas laporan keuangan. (RA)

Sumber:

– 14/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Produksi Bukit Asam (PTBA) Digenjot di Semester II, Arus Kas Dibayangi Piutang PLN

baca selengkapnya

Pengajuan RKAB 2027 Dibuka, Pengamat Minta Tata Kelola Tambang Diperbaiki

baca selengkapnya

Prancis Pimpin Suntikan Rp10 T ke Pemilik Tambang Nikel Raksasa RI

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top