Jumlah Pemegang Saham Adaro (ADRO) Makin Banyak, Para Konglomerat Ini Ikut Koleksi

JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) telah menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang saham perseroan per 31 Juli 2023.

Dalam laporan itu terungkap, jumlah pemegang saham per akhir Juli meningkat 1.444 menjadi 104.768 pemegang saham. Dari sebelumnya di Juni masih berjumlah 103.324 pemegang saham.

Jumlah pemegang saham perorangan atau ritel nasional mencapai 103.389 pemegang saham, sedangkan perseroan terbatas nasional 486 perusahaan. Untuk perorangan asing berjumlah 133 pemegang saham dan perseroan terbatas asing sebanyak 684 perusahaan.

Adapun pemegang saham di atas 5% terdiri dari PT Adaro Strategic Investments 43,91% saham, pihak afiliasi 7,47%, dan konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir 6,18%.

oy Thohir sendiri merupakan presiden direktur dari Adaro Energy. Sementara itu, masyarakat non warkat menggenggam 38,99% dan saham treasury 3,45%.

Selain Boy Thohir, ada Edwin Soeryadjaya – yang merupakan presiden komisaris ADRO – mengempit secara langsung 3,28% saham Adaro. Lalu, Wakil Presiden Komisaris Adaro TP Rachmat 2,54% dan Komisaris Adaro Arini Saraswaty Subianto memiliki 0,24% saham ADRO secara langsung.

Edwin Soeryadjaya juga merupakan pemilik manfaat sebenarnya dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang didirikan bersama dengan Sandiaga Uno. Saratoga tercatat sebagai salah satu pemegang saham Adaro.

Sementara itu, TP Rachmat merupakan pendiri Triputra Group. Sedangkan, Arini Saraswaty Subianto adalah putri dari almarhum Benny Subianto. Arini dan keluarga tercatat masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2022 dari Forbes. Kekayaannya mencapai US$ 1,5 miliar.

Pada perdagangan sesi I tanggal 16 Agustus, saham Adaro dibuka stagnan di Rp 2.510. Sempat menyentuh Rp 2.530, namun kemudian saham ini turun. Di sekiar pukul 10.23 WIB, saham Adaro berada di level Rp 2.500 atau melemah 0,40%.

 

Sumber : www.investor.id, 16 Agustus 2023

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top