PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) mulai mengandalkan penjualan alat berat berteknologi hybrid untuk menopang pertumbuhan bisnis di tengah tuntutan efisiensi energi dan biaya operasional industri pertambangan hingga akhir tahun 2026.
Direktur Utama Kobexindo Tractors Andry B. Limawan mengatakan permintaan terhadap alat berat generasi terbaru, termasuk teknologi hybrid, terus menunjukkan tren positif.
“Pertumbuhan KOBX ditopang oleh strategi diversifikasi produk, baik dari segi tipe maupun merek. Terutama strategi Perseroan untuk memasarkan produk-produk alat berat generasi terbaru, termasuk teknologi hybrid yang menawarkan tingkat efisiensi operasional yang lebih tinggi,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Kobexindo mencatat pendapatan Rp1,02 triliun pada kuartal II/2026, tumbuh 13,2% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang oleh penjualan unit alat berat yang melonjak 47% YoY.
Segmen alat berat pertambangan, khususnya produk hybrid, menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan tersebut.
“Kami menargetkan untuk terus melakukan penetrasi alat berat dan solusi transportasi tambang generasi terbaru,” terangnya.
Andry mengatakan teknologi hybrid menjadi semakin relevan bagi sektor pertambangan karena menawarkan peluang peningkatan efisiensi konsumsi energi sekaligus menekan biaya operasional. Menurut Andry, tren alat berat hybrid yang didukung layanan purna jual menjadi salah satu peluang yang diharapkan dapat menopang penjualan KOBX hingga akhir 2026.
“Tren alat berat hybrid dan produk unggulan lain yang ditopang oleh layanan purna jual yang paripurna merupakan peluang yang kami harapkan dapat menopang pertumbuhan penjualan Perseroan hingga akhir tahun mendatang,” katanya.
Pada kuartal II/2026, KOBX mencatat strategi diversifikasi produk baik berdasarkan tipe maupun merek, mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penjualan perseroan.
Selain diversifikasi merek dan tipe, KOBX memperluas penetrasi produk alat berat asal China yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Strategi ini dinilai memungkinkan perseroan menjangkau segmen pasar yang lebih luas sekaligus memperbesar peluang pertumbuhan volume penjualan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman
