Laba ADRO Melonjak, Sahamnya Masih Murah?

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) telah merilis laporan keuangan perseroan untuk periode kuartal I-2026. ADRO mencetak kenaikan laba bersih cukup signifikan.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) meraup laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 128,13 juta atau sekitar Rp 2,17 triliun. Angka laba bersih itu melonjak 67% dari US$ 76,69 juta dari periode yang sama tahun 2025.

Otomatis laba per saham ADRO juga menguat ke posisi US$ 0,0045 dari sebelumnya US$ 0,00255.

Lompatan laba Alamtri Resources Indonesia – emiten Boy Thohir – ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 23% menjadi US$ 470,90 juta dari posisi US$ 381,61 juta.

Beban pokok pendapatan ikut naik dari US$ 271,28 juta ke level US$ 292,34 juta. Adapun laba bruto ADRO menjadi US$ 178,55 juta dari sebelumnya US$ 110,33 juta.

Per 31 Maret 2026, posisi total aset ADRO US$ 7,18 miliar dari US$ 6,81 miliar per 31 Desember 2026. Liabilitas dari US$ 1,81 miliar menyusut ke US$ 1,76 miliar dan ekuitas dari US$ 5 miliar menjadi US$ 5,42 miliar.

Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), saham ADRO ditutup 3,28% ke Rp 2.520. Dalam periode tahun berjalan, saham ADRO melonjak 39,23%.

Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) ADRO di posisi 0,89 kali atau di atas mean PBV standard deviation ADRO tiga tahun terakhir 0,8 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) 8,94 kali yang juga sudah di atas mean PE standard deviation ADRO 3 tahun terakhir 4,02 kali. Editor: Theresa Sandra Desfika

Sumber:

– 02/05/2026

Temukan Informasi Terkini

Bahlil: Eropa Kembali ke Batu Bara, RI Diminta Pasok 20 Juta Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Bukukan Laba Bersih Rp801,79 Miliar pada Kuartal I/2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) Mei 2026 Naik, Tertinggi US$106,57 per Ton

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top