Laba Amman (AMMN) Tembus Rp8,89 Triliun Semester I/2026, Ditopang Penjualan Emas

Penjualan emas di pasar ekspor dan katoda tembaga di pasar domestik menopang perbaikan kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) pada semester I/2026.

Melansir laporan keuangan interim Januari-Juni 2026 yang diaudit, AMMN membukukan laba bersih US$497,93 juta atau sekitar Rp8,89 triliun (kurs Rp17.857 per dolar AS). Kinerja ini membaik dibandingkan dengan rugi bersih yang dialami AMMN pada semester I tahun lalu sebesar US$148,72 juta.

Di sisi top line, penjualan bersih AMMN tumbuh lebih dari 1.000% year on year (YoY) menjadi US$2,05 miliar dibandingkan dengan US$182,59 juta pada semester I/2025.

Bila dibedah, dalam paruh pertama 2026 ini AMMN merealisasikan penjualan produk akhir di pasar domestik sebesar US$741,77 juta, terdiri dari katoda tembaga US$430,71 juta dan emas murni US$311,06 juta. Tahun lalu segmen ini belum memberikan realisasi penjualan.

Sementara untuk pasar ekspor, AMMN mencatat penjualan produk konsentrat berupa tembaga senilai US$491,52 juta dan emas senilai US$586,92 juta. Secara total, penjualan produk konsentrat AMMN semester I/2026 mencapai US$1,08 miliar, melonjak tajam dari US$920.000 pada periode yang sama 2025.

Selanjutnya, penjualan produk akhir untuk pasar ekspor berupa katoda tembaga tercatat sebesar US$232,19 juta, tumbuh 27,9% YoY.

Secara total, penjualan pasar ekspor AMMN semester I/2026 mencapai US$1,31 miliar, jauh melampaui realisasi penjualan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$182,59 juta.

Adapun, beban pokok penjualan perseroan juga melonjak dari US$126,89 juta menjadi US$1,09 miliar. Meski meningkat 757,6% YoY, laba kotor AMMN masih tumbuh signifikan sebesar 1.630% YoY menjadi US$964,15 juta dari US$55,70 juta.

Menilik rasio keuntungan, net profit margin (NPM) perseroan per akhir Juni 2026 sebesar 24,3%, sedangkan gros profit margin (GPM) meningkat dari 30,5% menjadi 47%.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman

Sumber:

– 21/09/2026

Temukan Informasi Terkini

Bahlil sebut PNBP minerba naik meski pemerintah pangkas kuota produksi

baca selengkapnya

Vale (INCO) Andalkan HPAL Dorong Hilirisasi Nikel Limonit Menuju Industri Baterai

baca selengkapnya

Intip Outlook Kinerja Amman Mineral (AMMN) Usai Sukses Cetak Laba di Semester I-2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top