Laba bersih PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sepanjang semester I-2024 susut menjadi US$37,3 juta atau setara Rp607,2 miliar (asumsi kurs saat ini). Angka ini anjlok 82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di US$207,2 juta (Rp3,38 triliun).
Sejalan dengan turunnya laba, pendapatan INCO juga mengalami penurunan sebesar 27,3% menjadi US$478,7 juta atau setara Rp7,79 triliun dari sebelumnya yang sebesar US$658,9 juta (Rp10,73 triliun).
Secara terperinci, penurunan pendapatan itu disebabkan oleh penurunan penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL) sebagai pihak berelasi menjadi hanya US$383 juta (Rp6,24 triliun) dari sebelumnya, US$527,5 juta (Rp8,59 triliun).
Kemudian, penjualan kepada Sumitomo Metal Mining (SMM) juga susut menjadi US$95,74 juta dari sebelumnya yang sebesar US$131,3 juta, berdasarkan laporan keuangannya.
Turunnya penjualan tersebut juga tak lepas dari penurunan volume produksi perseroan. Pada kuartal II-2024, INCO mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 16.576 ton, atau turun 8,98% secara kuartalan.
Secara tahunan, volume produksi juga hanya tercatat mengalami kenaikan 3% menjadi 34.774 ton sepanjang semester I-2024/
“Meskipun kondisi pasar yang tidak menentu, kami tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya,” ujar Presiden Direktur INCO Febriany Eddy dalam keterangan resminya.
Sementara itu, kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi US$832,1 juta hingga akhir Juni 2024, naik dari
sebelumnya US$730,8 juta pada 31 Maret 2024. (ibn/dhf)
Sumber : Bloombergtechnoz.com, 30 Juli 2024
